Rabu, 21 September 2016

A.    Luas Bumi Pendukung Kehidupan Manusia
Secara keseluruhan, 83 persen dari total permukaan tanah di bumi, dan 98 persen di antaranya di manfaatkan untuk aktifitas manusia."Ya, manusia memiliki pengaruh besar pada ekosistem bumi," kata Eric Sanderson, seorang ahli ekologi.
Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas yang membentang dari barat ke timur sepanjang 5.110 km dan membujur dari utara ke selatan sepanjang 1.888 km.Dengan wilayah seluruhnya mencapai 5.193.252 km2 yang terdiri atas 1.890.754 km2 luas daratan dan 3.302.498 km2 luas lautan.Luas daratan Indonesia hanya sekitar 1/3 dari luas seluruh Indonesia sedangkan 2/3-nya berupa lautan.Dengan perbandingan itu Indonesia dijuluki sebagai negara maritim atau negara kelautan.Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),Indonesia telah disetujui secara internasional untuk memperluas wilayah lautnya .Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah jalur di luar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia.
B.     Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang disediakan oleh alam semeseta ini yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam bisa dalam bentuk apa saja dan bisa berada dimana saja. Sumber daya alam bisa ada di dalam tanah, air, udara dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan untuk bentuk sumber daya alam bisa berupa barang, benda, fenomena, suasana, udara dan lain sebagainya.
Sumber daya alam yang ada di bumi ini terbagi menjadi berberapa kelompok.
1.      Berdasarkan Jenisnya.
a.       Sumber daya alam hayati.
Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Sumber daya alam hayati juga termasuk dalam komponen biotik dimana terdiri dari hewan, tumbuhan dan juga mikroorganisme.
b.      Sumber daya alam abiotik.
Sumber daya alam ini terdiri dari benda-benda mati dan tidak memiliki nyawa. Contoh dari sumber daya ini adalah bahan tambang, air, udara dan juga bebatuan. Sumber daya ini jika habis tergolong sebagai sumber daya yang tidak bisa diperbarui.
2.      Berdasarkan Sifatnya.
a.       Dapat diperbarui.
Salah satu jenis sumber daya alam berdasarkan sifatnya adalah dapat diperbarui. Contoh dari sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah air, tumbuhan, hasil hutan dan masih banyak lagi lainnya.
b.      Tidak dapat diperbarui.
Sumber daya alam berdasarkan sifatnya ada yang tidak dapat diperbarui dan hanya bisa digunakan sekali saja. Sumber daya alam itu juga tidak bisa dilestarikan mudah sekali punah jika jumlahnya telah habis. contohnya saja adalah minyak bumi, gas, batubara, timah dan hasil tambang lainnya.
c.       Tidak terbatas jumlahnya.
Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang akan selalu ada dan jumlahnya tidak terbatas. Contoh sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya adalah arus air laut, udara dan juga sinar matahari.
3.      Berdasarkan Kegunaan,
a.       Penghasil bahan baku.
Sumber daya alam berdasarkan kegunaannya adalah sebagai penghasil bahan baku. Sumber daya alam digunakan sebagai barang lain baik dilihat dari bentuknya maupun fungsinya. Sehingga nilai jual atau kegunaan dari barang tersebut akan lebih tinggi. Contoh dari hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian dan masih banyak lagi lainnya.
b.      Penghasil energi.
Sumber daya alam juga bisa digunakan sebagai penghasil energi. Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi dan juga untuk memproduksi energi. Contoh dari sumber daya alam yang digunakan sebagai penghasil energi dan memproduksi energi adalah ombak, panas yang ada dimuka bumi ini, arus sungai, sinar matahari yang ada di muka bumi, minyak bumi, gas alam dan sebagainya.
C.     Persebaran dan Potensi SDA di Dunia
Kekayaan sumber daya alam tersebut meliputi bahan tambang, hutan, laut dan sebagainya. Gambaran umum kekayaan sumber daya alam dan perbandingannya dengan beberap anegara maju di dunia dapat dipelajari pada uraian berikut;
a.       Hutan
Kekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire. Berdasarkan Catatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia tahun 2011, hutan Indonesia mencapai 99,6 juta hektar. Namun sayangnya luas hutan tersebut selama ini telah mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan, sejumlah sumber menyebutkan laju kerusakan hutan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Laju kerusakan hutan mencapai 610.375,92 ha per tahun dan tercatat sebagai tiga terbesar di dunia.
Pada peta sebaran hutan Indonesia dan dunia menunjukkan bahwa luas hutan di tiap negara beragam, Oleh karena itu, tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan akan sumber daya yang dihasilkan dari hutan. Sejumlah negara menjadi importir hasil hutan, khususnya kayu. Indonesia menjadi pengekspor hasil hutan ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Jepang.
b.      Minyak Bumi
Perhatikan peta sebaran minyak bumi dunia berukut, disitu terlihat hanya negara-negara tertentu saja yang memiliki cadangan minyak bumi.

Dalam tahun 2006, Saudi Arabia merupakan penghasil minyak bumi terbesar di dunia diikuti oleh Rusia dan Amerika Serikat. Sementara itu, konsumen minyak bumi terbesar di dunia adalah Amerika Serikat (20,6 juta barel per hari). China dan Jepang merupakan konsumen terbesar berikutnya.

c.       Gas Alam
Negara yang memiliki cadangan gas alam secara berurutan: Rusia 48 triliun meter kubik, Iran 27 triliun meter kubik, dan Qatar 26 triliun meter kubik. Walaupun persentasenya kecil, namun Indonesia merupakan negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan ekspor gas alam Indonesia adalah Jepang, Korea, Taiwan, China, dan AS.
d.      Batu Bara
Batu bara sebagai bahan bakar telah digunakan sejak berabad-abad yang lalu. Pada awalnya, batu bara mengubah sejarah dunia modern dengan mendorong Revolusi Industri di Inggris.
Negara ini menjadi negara pengekspor batu bara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu bara didalam negeri. Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia diantaranya adalah Hongkong, Taiwan, Cina, Korea Selatan, Jepang, India, Eropa, dan Italia.
Sebaran batu bara dunia menunjukkan adanya negara penghasil batu bara. Negara penghasil batu bara terbatas jumlahnya, yaitu China (3,6 miliar ton), Amerika Serikat (800 juta-1 miliar ton), India (585 juta ton), Australia (414 juta ton), Indonesia (376 juta ton), Rusia (334 juta ton), afrika Selatan (253 juta ton), Jerman (189 juta ton), Polandia (139 juta ton) dan Kazakhstan (117 juta ton). Namun, China dan Amerika hanya sedikit mengekspor batu bara karena kebutuhan dalam negerinya sangat besar.
e.       Sumber Daya Laut
Menurut laporan FAO (Food and Agricultural Organization), potensi lestari sumber daya perikanan tangkap laut Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta ton/tahun, dengan tingkat pemanfaatannya mencapai 5,71 juta ton/tahun.
Jika dibandingkan dengan negara lain, produksi ikan tangkap Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah China dan Peru. Sementara itu, untuk produksi ikan budi daya, Indonesia menempati urutan keempat setelah China, India, dan Vietnam (FAO, 2009). Kekayaan laut Indonesia juga terlihat dari keanekaragaman hayati biota laut. Laut Indonesia memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang. Oleh karena itu, tidak heran jika Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia (Marine Mega-Biodiversity).
Salah satu contoh hasil sumber laut, penghasil Hiu di dunia

D.    Persebaran dan potensi SDA di Indonesia
Dilihat secara geologis, Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, sehingga memunculkan deretan gunung api di Indonesia. Deretan gunung api akan membentuk tanah yang subur dan dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan kaya akan bahan galian. Selain itu Indonesia juga memiliki laut yang luas (2/3 bagian) dan garis pantai yang sangat panjang. sebagai Negara maritime yang di kepung oleh dua samudera yaitu samudera Indonesia dan Samudera Pasifik mendukung sekali untuk sumber daya hayati dari makhluk hidup di laut.Sumber daya alam di Indonesia bias kita kelompokan menjadi  dua yang pertama itu sumber daya hayati dan sumber daya tambang.
1.      Sumber daya alam hayati
Sebagaimana sudah di jelaskan diatas bahwa sumber daya alam hayati itu adalah sumber daya alam yang berasal dari mahluk hidup, bisa dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Rimba-rimba yang terkepung lautan menjadi rumah bagi flora dan fauna di negeri ini.
a.       SDA hewani
Di Negara maritime ini tidak hanya kaya akan pulau-pulau yang terapung diatas samudera yang luas, sumber daya alam dari segi hewani sangat menabjubkan. Adanya  tiga lempeng yang berjejer dari sabang sampai maroke membuat fauna di Indonesia ini di bagi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur. Senada  dengan hal tersebut tulisan Ahmad Arif dalam bukunya Hidup Mati di Negeri Cincin Api (2013:27) yang menyatakan sebagai berikut.Kuswata Kartawinata dan Anthony J. Whitten (1991) mencatat, meskipun hanya meliputi sekitar 1,3 persen dari luas daratan Bumi, tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia  yaitu, mencapai 479 jenis atau seperdelapan dari jumlah yang ada di dunia. Satu dari enam burung, amfibi,  reptile dunia terdapat di Indonesia.
b.      SDA Tumbuhan
Indonesia itu adalah rumah bagi lahir matinya gunung api tercatat ada sekitar 400 gunung api di Indonesia dan sekitar 127 di antaranya merupakan gunung api aktif yang sewaktu-waktu bias meletus. Abu vulkanik akibat letusan gunung-gunung api itu menjamin pasokan hara tanah tetap terjaga. Di tambah lagi dengan iklim tropisnya matahari meninyari bumi Nusantara hampir sepanjang tahun. Dan dari alasan tersebutlah penjajah belanda melahirkan system tanam paksa, Belanda lalu membawa berbagai tanaman komersial seperti kopi, teh, kakao, tembakau, kelapa sawit dan karet ke negeri zamrud ini.
Akibat terjadi pencairan es persebaran flora di Indonesia terbagi atas tiga wilayah bagian barat, tengah dan bagian timur. Ciri-ciri tersebut dapat di jelaskan seperti berikut.
a)      Flora wilayah barat
Wilayah flora bagian barat ini meliputi pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, dan pulau Bali. Jenis flora yang ada diketiga pulau tersebut seperti bunga Raflesia Arnoldi yang di temukan di Sumatera di jawa lebih di kenal dengan bunga Sluweg tapi ukuranya lebih kecil di banding yang di sumatera. Dan di Kaimantan juga ada tumbuhan seperti kantong semar dan kayu meranti.
·         Memiliki kawasan mangrove atau hutan bakau yang banyak di sekitar pantai.
·         Jenis tumbuhanya sangat beragam.
·         Kayu di dalam hutannya memiliki banyak manfaat seperti kayu jati, kayu mahoni, dan jenis kayu lainnya yang sering di gunakan untuk bangunan rumah.
b)      Flora wilayah Tengah
Wilayah tengah meliputi kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi. Di wilayah ini jenis hutanya seragam atau homogen di dominasi satu tumbuhan saja. Nusa Tenggara memiliki curah hujan yang sedikit sehingga banyak di jumpai bentang alam sabana dan stepa. Jenis tumbuhan yang ada di hutan bagian tengah ini seperti pinus, cemara, dan pohon palma.
c)      Flora wilayah Timur
Wilayah bagian timur ini mencakup pulau Maluku dan Papua. Flora khas timur ini adalah pohon matoa (sejenis rambutan dari papua). Ciri-Ciri Flora nya sebagai berikut.
·         Memiliki kemiripan dengan benua Australia.
·         Ketinggian pohonya lebih rendah dari flora bagian barat.
·         Banyak tanaman semak belukar.
·         Pepohonan masih jarang.
2.      Sumber daya alam tambang
Kekayaan mineral di negeri ini sudah tidak di ragukan lagi terbukti dengan adanya pegunungan emas di papua, tidak hanya emas negeri yang pernah di sebut sebagai Macan Asia ini juga di lalui oleh jalur timah terkaya di dunia, dengan akumulasi minyak dan gas bumi yang tergolong besar di perut buminya.
Secara alami minyak bumi yang ada saat ini dibuat oleh alam ini bahan dasarnya dari ganggang, selain ganggang, biota-biota lain yang berupa daun-daunan juga dapat menjadi sumber minyak bumi. Tetapi ganggang merupakan biota terpenting dalam menghasilkan minyak. Setelah ganggang-ganggang ini mati, maka akan teredapkan di dasar cekungan sedimen. Keberadaan ganggang ini bisa juga dilaut maupun di sebuah danau. Kelimpahan alam di negeri ini tidak terlepas dari gejolak geologi yang hiperaktif. Jalur emas di sumatera misalnya ternyata berimpit dengan jarul patahan sebagaimana di sebutkan M.J. Crow dan T.M. Van Leeuwen (2005).
Indonesia adalah negeri yang kaya akan hasil tambangnya dari sabang sampai maroke itu terdapat galian-galian tambang yang bernilai ekonomis. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan jenis persebaran tambang dan tempat lokasinya.
a.       Minyak Bumi dan Gas
Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak dipakai untuk keperluan industri, transportasi, dan rumah tangga. Cadangan minyak bumi Indonesia terus berkurang seiring dengan pengambilan atau eksploitasi yang terus dilakukan.     
b.      Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Energi yang dihasilkan batu bara
dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain.
Cadangan batu bara Indonesia merupakan yang ke-6 terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara dapat dijumpai di sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Potensi batu bara di kedua pulau tersebut sangat besar.
Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).
c.       Bauksit
Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri logam, kimia, dan matulergi. Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai 1.262.710 ton. Bauksit ditambang di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).
d.      Pasir Besi
Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).
e.       Emas
Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM, produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Emas antara lain ditambang di daerah Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua (Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).
f.       Timah
Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata, dan lain-lain. Aktivitas penambangan timah terdapat di Sungai Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung), dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau Karimun.
g.      Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam industri peralatan listrik, industri konstruksi, pesawat terbang, kapal laut, atap, pipa ledeng, dekorasi rumah, mesin-mesin pertanian, pengatur suhu ruangan, dan lain-lain. Aktivitas penambangan tembaga terdapat di Papua oleh PT. Freeport.
h.      . Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam. Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku.
i.        Aspal
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam. Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku.
j.        Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan baterai kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan ditambang di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan (Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan).
k.      Belerang
Belerang banyak ditemukan di Gunung Welirang, Jawa Timur dan Gunung Patuha, Jawa Barat.
l.        Marmer
Marmer terbentuk dari proses malihan batu gamping atau batu kapur. Suhu dan tekanan bekerja pada batu gamping karena adanya tenaga endogen atau tenaga dari dalam bumi. Marmer banyak digunakan untuk seni pahat, patung, meja, dinding, lantai rumah, dan lain-lain. Marmer ditambang di Tulungagung (Jawa Timur), Lampung, dan Makassar.
m.    Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat dalam alkohol, kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar lebih sehat. Yodium ditambang di Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur).
E.     Makna Sumber Daya Alam sebagai Penyangga Kehidupan
Alam sebagai tempat hidup manusia menyediakan segala potensi untuk kehidupan manusia, sedang manusia (sebagai penghuni bumi) memanfaatkan lingkungan (sumber daya alam) untuk kepentingan hidupnya (menyejahterakan hidupnya sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dikuasainya). Dalam proses kehidupan system inilah manusia dapat memengaruhi alam sekelilingnya dan sebaliknya keadaan alam sekeliling dapat memengaruhi terhadap upaya manusia dalam usaha memenuhi berbagi kebutuhannya. Besar peran manusia dalam sistem kehidupan sekaligus mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan sumber daya alam. Jadi dalam mengelola dan memperlakukan alam sekitar atau sumber daya alam, mausia harus berwawasan, lingkungan yaitu manusia selalu menjaga hubungan yang serasi dengan lingkungan hidupnya ataudengan sumber daya alam di sekitarnya.
Pada hakikatnya manusia yang berwawasan lingkungan adalah manusia yang sadar terhadap dan berprilaku demi tercapainya hubungan yang serasi antara dirinya dan lingkungan hidupnya. Hubungan tersebut dalam arti dinamis, yaitu dalam kegiatan meningkatkan kesejahteraannya, manuisa harus bertindak secara rasional dan penuh rasa tanggung jawab, lingkungan hidup memiliki daya dukung bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya; lingkungan hidup memiliki sumber daya hayati dan non hayati yang berpotensi untuk memberikan kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Tinggi rendahnya daya dukung lingkungan tergantung pada kualitas dan kuantitas sumber daya yang tersedia termasuk kualitas sumber daya manusianya. Disamping itu juga faktor ilmu dan tekhnologi yang dikuasi manusia. Kondisi pertumbuhan penduduk yang cepat merugikan bagi lingkungan, antara lain:
1.      Timbulnya daerah-daerah yang padat dan kumuh.
2.      Luas lahan pertanian makin menyempit, mengakibatkan produksi pertanian makin berkurang sebagai kibat jumlah penduduk terus bertambah, diperlukan berbagai macam industry mengakibatkan penggunaan sumber daya alam secara intensif dan semakin besar pencemaran akibat dari limbah industry.
3.      Pengelolaan dan penguasaan sumber daya alam yang ekstensif mengakibatkan makin merosotnya jumlah persediaan sumber daya alam.

F.      Eksplorasi dan Eksploitasi SDA di Indonesia dan permasalahannya.
a.       Eksploitasi SDA di Indonesia
Eksploitasi adalah upaya atau tindakan penguasaan dan penguasaan untuk mengeruk dan menguras potensi sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia(tenaga kerja murah). Keadaan Indonesia sebagai Negara berkembang  telah mendorong penyelenggara pemerintahan memanfaatkan keberadaan sumber daya alam yang melimpah, dengan harapan terjadinya percepatan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, dan terjaganya stabilitas ekonomi secara nasional.
Kerentanan ekonomi sebagai Negara berkembang  dimanfaatkan secara sempurna oleh kekuatan ekonomi Negara maju melalui multikorporasi yang berusaha menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan investasi pada berbagai bidang, seperti bidang kuhutanan, pertambangan dan energy, perkebunan, pesisir dan kelautan, ekonomi dan perdagangan, dll.
b.      Problematika SDA/Lingkungan
SDA adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai bagi manusia, yang telah memberikan dorongan bagi berlangsungnya proses kehidupan dalam peradaban yang saling menguntungkan, sehingga manusia dapat hidup secara layak dan harmonis karena layanan alam yang menjadi penopangnya.
Namun ketika kapitalisme dan komoditasasi SDA dan hutan yang ternyata menyebabkan suatu krisis hubungan antara manusia dan SDA. Pola hubungan eksploitatif oleh kekuatan capital dalam pengolahan SDA dan hutan investasi belum menunjukkan dorongan terhadap rasa keadilan dan berkelanjutannya bagi rakyat banyak.
Komersialisasi dan moneteralisasi diberbagai bidang secara pasti telah memarginalkan dan menyingkirkan peran masyarakat local dalam pengelolahan SDA, sehingga hampir semua titik yang sudah mengeksploitasi SDA selalu menorah masalah yang kerap mencuat kepermukaan, diantaranya:

1.      Konflik Berkepanjangan
Dalam sejarah eksploitasi SDA dalam skala besar yang melibatkan perusahaan  besar dan agen kapitalisme global, selalu ada terjadi konflik itu terjadi antar masyarakat yang pro dan kontra, antara masyarakat masyarakat yang dirugikan dengan pihak perusahaan maupun antar masyarakat dengan pemerintah.
Ada 3 hal pokok yang melatar belakangi konflik-konfik penguasaan SDA dan hutan, yaitu:
1)      kuatnya intervensi modal dalam system ekonomi nasional yang berujung pada pemihakan yang berlebihan pada capital dari penyelenggaraan Negara.
2)      dominannya pemerintah dengan memposisikan diri sebagai yang paling menentukan arah pembangunan, sehingga sentralisasi keputusan dan kebijakan pemerintah menjadi hal yang lumrah saja, tidak perduli terhadap keberadaan masyarakat lokal yang tergantung hidupnya dari sumber daya hutan.
3)      lemahnya jaminan dan perlindungan formal Negara terhadap hak-hak masyarakat lokal atau adat dalam perundang-undang nasional.

2.      Pemiskinan Masyarakat Asli
Indonesia adalah Negara tropis yang kebanyakan warganya hidup mengandalkan basis ekonomi agraris, sehingga tingkat ketergantungan hidsup masyarakatnya dari kekayaan agraria dan SDA sekitarnya sangat kuat. Namun ketika investasi dalam meluruhlantakan SDAnya maka dapat dipastikan terjadi penyingkiran yang sistematik. Masyarakat dari sumber kehidupannya dan pasti proses produksi masyarakat asli akan terganggu dan menjadi tidak berdaya(miskin). Ini terjadi tentunya karena masyarakat kehilangan hak atas tanah, kehilangan hak atas hutan dan SDAnyayang selama ini telah memberikan sumbangsih bagi kehidupannya.

3.      Penghancuran Lingkungan Hidup
Eksploitasi juga sangat berdampak kepada penghancuran dan pemusnahan spesies dan keaneragaman hayati perusahaan-perusahaan seperti perusahaan pertambangan dan penerbangan kayu merupakan kegiatan kegiatan manusia yang paling merusak menurut lingkungan hidup, seraya memainkan peran penting bagi musnahnya dengan cepat hutan-hutan yang tumbuhnya lambat serta rawa-rawa. Hilangnya habitat-habitat yang kerap kali tidak dapat digantikan itu sedang menguras gudang keaneragaman hayati dunia.
4.      Ancaman Bencana Alam
Terjadinya konversi lahan hutan kepada berbagai kegiatan industri, membawa dampak kepada kerusakan ekologis dan ekosistem, dan inilah yang telah mempengaruhi daya dukung lingkungan, sehingga menyebabkan petaka bagi kelestarian keanekaragaman hayati, bagi kesediaan air, bagi kenyamanan iklim tropis.
5.      Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan Bangsa
SDA Indonesia melimpah menjadi incaran para investor asing dan mendapat sambutan yang hangat dari pemerintah lewat keleluasaan yang diatur dalam UU penanaman modal asing. SDA kita telah dikuasai oleh pihak asing, jadi sudah berapa besarkah kekayaan alam kita yang dikuras dibawa keluar negeri.
Sementara pendapatan Negara hanya didapat dari royalty, pajak dan iuran perusahaan yang tidak seberapa bila dibandingkan yang dibawa keluar Indonesia.pengelola yang salah selama ini dianggap prestasi monumental dalam kolongmerasi SDA dan hutan yang identik dengan praktek kapitalisme, dan memarginalkan masyarakat yang survival dari sumber daya hutan.

6.      Pelestarian Sumber Daya Alam di Bumi
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah RI dalam menghadapi kemerosotan kualitas sumber daya alam dan lingkungan hidup, antara lain:
1.      Dikeluarkannya UU No. 4 Tahun 1982, yaitu UU tentang ketentuan poko lingkungan hidup.
2.      Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH), lewat jalur formal (dengan memasukkan PKLH pada kurikulum sekolah memlalui dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi), informal (pendidikan dalam keluarga), dan non formal (pendidikan di luar keluarga dan diluar sekolah).
3.      Mengadakan konservasi sumber daya alam, misalnya dengan adanya cagar alam (hutan lindung), suaka margasatwa, dan lain-lain.
4.      Melakukan bergbagai penelitian dan pengembangan sumber daya alam dengan maksud menginventarisasi dan memperoleh cara maupun sistem pengelolaan lingkungan hidup yang hebat.