A. Luas Bumi Pendukung Kehidupan
Manusia
Secara keseluruhan, 83 persen dari total permukaan tanah di bumi, dan 98
persen di antaranya di manfaatkan untuk aktifitas manusia."Ya,
manusia memiliki pengaruh besar pada ekosistem bumi," kata Eric Sanderson,
seorang ahli ekologi.
Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas yang
membentang dari barat ke timur sepanjang 5.110 km dan membujur dari utara ke
selatan sepanjang 1.888 km.Dengan wilayah seluruhnya mencapai 5.193.252 km2
yang terdiri atas 1.890.754 km2 luas daratan dan 3.302.498 km2 luas lautan.Luas
daratan Indonesia hanya sekitar 1/3 dari luas seluruh Indonesia sedangkan
2/3-nya berupa lautan.Dengan perbandingan itu Indonesia dijuluki sebagai negara
maritim atau negara kelautan.Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983
tentang Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),Indonesia telah disetujui secara
internasional untuk memperluas wilayah lautnya .Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia
adalah jalur di luar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia.
B.
Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang disediakan oleh alam
semeseta ini yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber
daya alam bisa dalam bentuk apa saja dan bisa berada dimana saja. Sumber daya
alam bisa ada di dalam tanah, air, udara dan masih banyak lagi lainnya.
Sedangkan untuk bentuk sumber daya alam bisa berupa barang, benda, fenomena,
suasana, udara dan lain sebagainya.
Sumber daya alam yang ada di bumi ini terbagi menjadi berberapa kelompok.
1.
Berdasarkan Jenisnya.
a. Sumber daya alam hayati.
Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang berasal dari makhluk
hidup. Sumber daya alam hayati juga termasuk dalam komponen biotik dimana
terdiri dari hewan, tumbuhan dan juga mikroorganisme.
b. Sumber daya alam abiotik.
Sumber daya alam ini terdiri dari benda-benda mati dan tidak memiliki
nyawa. Contoh dari sumber daya ini adalah bahan tambang, air, udara dan juga
bebatuan. Sumber daya ini jika habis tergolong sebagai sumber daya yang tidak
bisa diperbarui.
2. Berdasarkan Sifatnya.
a.
Dapat diperbarui.
Salah satu jenis sumber daya alam berdasarkan sifatnya adalah dapat
diperbarui. Contoh dari sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah air,
tumbuhan, hasil hutan dan masih banyak lagi lainnya.
b.
Tidak dapat diperbarui.
Sumber daya alam berdasarkan sifatnya ada yang tidak dapat diperbarui dan
hanya bisa digunakan sekali saja. Sumber daya alam itu juga tidak bisa
dilestarikan mudah sekali punah jika jumlahnya telah habis. contohnya saja
adalah minyak bumi, gas, batubara, timah dan hasil tambang lainnya.
c. Tidak terbatas jumlahnya.
Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang akan selalu ada dan
jumlahnya tidak terbatas. Contoh sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya
adalah arus air laut, udara dan juga sinar matahari.
3. Berdasarkan Kegunaan,
a.
Penghasil bahan baku.
Sumber daya alam berdasarkan
kegunaannya adalah sebagai penghasil bahan baku. Sumber daya alam digunakan
sebagai barang lain baik dilihat dari bentuknya maupun fungsinya. Sehingga
nilai jual atau kegunaan dari barang tersebut akan lebih tinggi. Contoh dari
hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian dan masih banyak lagi lainnya.
b.
Penghasil energi.
Sumber daya alam juga bisa digunakan sebagai penghasil energi. Sumber daya
alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang bisa digunakan untuk
menghasilkan energi dan juga untuk memproduksi energi. Contoh dari sumber daya
alam yang digunakan sebagai penghasil energi dan memproduksi energi adalah
ombak, panas yang ada dimuka bumi ini, arus sungai, sinar matahari yang ada di
muka bumi, minyak bumi, gas alam dan sebagainya.
C. Persebaran
dan Potensi SDA di Dunia
Kekayaan sumber daya alam tersebut meliputi bahan tambang, hutan, laut dan
sebagainya. Gambaran umum kekayaan sumber daya alam dan perbandingannya dengan
beberap anegara maju di dunia dapat dipelajari pada uraian berikut;
a. Hutan
Kekayaan hutan Indonesia
merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire.
Berdasarkan Catatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia tahun 2011, hutan
Indonesia mencapai 99,6 juta hektar. Namun sayangnya luas hutan tersebut selama
ini telah mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan, sejumlah sumber
menyebutkan laju kerusakan hutan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.
Laju kerusakan hutan mencapai 610.375,92 ha per tahun dan tercatat sebagai tiga
terbesar di dunia.
Pada peta sebaran hutan
Indonesia dan dunia menunjukkan bahwa luas hutan di tiap negara beragam, Oleh
karena itu, tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan akan sumber daya yang
dihasilkan dari hutan. Sejumlah negara menjadi importir hasil hutan, khususnya
kayu. Indonesia menjadi pengekspor hasil hutan ke sejumlah negara seperti
Malaysia dan Jepang.
b. Minyak Bumi
Perhatikan peta sebaran minyak
bumi dunia berukut, disitu terlihat hanya negara-negara tertentu saja yang
memiliki cadangan minyak bumi.
Dalam tahun 2006, Saudi Arabia
merupakan penghasil minyak bumi terbesar di dunia diikuti oleh Rusia dan
Amerika Serikat. Sementara itu, konsumen minyak bumi terbesar di dunia adalah
Amerika Serikat (20,6 juta barel per hari). China dan Jepang merupakan konsumen
terbesar berikutnya.
c. Gas Alam
Negara yang memiliki cadangan
gas alam secara berurutan: Rusia 48 triliun meter kubik, Iran 27 triliun meter
kubik, dan Qatar 26 triliun meter kubik. Walaupun persentasenya kecil, namun
Indonesia merupakan negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan
ekspor gas alam Indonesia adalah Jepang, Korea, Taiwan, China, dan AS.
d. Batu Bara
Batu bara sebagai bahan bakar
telah digunakan sejak berabad-abad yang lalu. Pada awalnya, batu bara mengubah
sejarah dunia modern dengan mendorong Revolusi Industri di Inggris.
Negara ini menjadi negara
pengekspor batu bara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu
bara didalam negeri. Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia diantaranya
adalah Hongkong, Taiwan, Cina, Korea Selatan, Jepang, India, Eropa, dan Italia.
Sebaran batu bara dunia
menunjukkan adanya negara penghasil batu bara. Negara penghasil batu bara
terbatas jumlahnya, yaitu China (3,6 miliar ton), Amerika Serikat (800 juta-1
miliar ton), India (585 juta ton), Australia (414 juta ton), Indonesia (376
juta ton), Rusia (334 juta ton), afrika Selatan (253 juta ton), Jerman (189
juta ton), Polandia (139 juta ton) dan Kazakhstan (117 juta ton). Namun, China
dan Amerika hanya sedikit mengekspor batu bara karena kebutuhan dalam negerinya
sangat besar.
e. Sumber Daya Laut
Menurut laporan FAO (Food and
Agricultural Organization), potensi lestari sumber daya perikanan tangkap laut
Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta ton/tahun, dengan tingkat pemanfaatannya
mencapai 5,71 juta ton/tahun.
Jika dibandingkan dengan
negara lain, produksi ikan tangkap Indonesia menempati urutan ketiga di dunia
setelah China dan Peru. Sementara itu, untuk produksi ikan budi daya, Indonesia
menempati urutan keempat setelah China, India, dan Vietnam (FAO, 2009).
Kekayaan laut Indonesia juga terlihat dari keanekaragaman hayati biota laut.
Laut Indonesia memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950
spesies biota terumbu karang. Oleh karena itu, tidak heran jika Indonesia
merupakan negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia (Marine
Mega-Biodiversity).
Salah satu contoh hasil sumber
laut, penghasil Hiu di dunia
D. Persebaran
dan potensi SDA di Indonesia
Dilihat secara geologis, Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng,
yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan
Pasifik, sehingga
memunculkan deretan gunung api di Indonesia. Deretan gunung api akan membentuk
tanah yang subur dan dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan kaya akan bahan
galian. Selain itu Indonesia juga memiliki laut yang luas (2/3 bagian) dan
garis pantai yang sangat panjang. sebagai Negara maritime yang di kepung oleh
dua samudera yaitu samudera Indonesia dan Samudera Pasifik mendukung sekali
untuk sumber daya hayati dari makhluk hidup di laut.Sumber daya alam di
Indonesia bias kita kelompokan menjadi
dua yang pertama itu sumber daya hayati dan sumber daya tambang.
1. Sumber daya
alam hayati
Sebagaimana sudah di jelaskan diatas bahwa sumber daya alam hayati itu
adalah sumber daya alam yang berasal dari mahluk hidup, bisa dari hewan,
tumbuhan, dan mikroorganisme. Rimba-rimba yang terkepung lautan menjadi rumah
bagi flora dan fauna di negeri ini.
a. SDA hewani
Di Negara maritime ini tidak hanya kaya akan pulau-pulau yang terapung
diatas samudera yang luas, sumber daya alam dari segi hewani sangat
menabjubkan. Adanya tiga lempeng yang
berjejer dari sabang sampai maroke membuat fauna di Indonesia ini di bagi
menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur. Senada dengan hal tersebut tulisan Ahmad Arif dalam
bukunya Hidup Mati di Negeri Cincin Api
(2013:27) yang menyatakan sebagai berikut.Kuswata Kartawinata dan Anthony J.
Whitten (1991) mencatat, meskipun hanya meliputi sekitar 1,3 persen dari luas
daratan Bumi, tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu
banyak mamalia yaitu, mencapai 479 jenis
atau seperdelapan dari jumlah yang ada di dunia. Satu dari enam burung,
amfibi, reptile dunia terdapat di
Indonesia.
b.
SDA Tumbuhan
Indonesia itu adalah rumah bagi lahir matinya gunung api tercatat ada
sekitar 400 gunung api di Indonesia dan sekitar 127 di antaranya merupakan
gunung api aktif yang sewaktu-waktu bias meletus. Abu vulkanik akibat letusan
gunung-gunung api itu menjamin pasokan hara tanah tetap terjaga. Di tambah lagi
dengan iklim tropisnya matahari meninyari bumi Nusantara hampir sepanjang tahun.
Dan dari alasan tersebutlah penjajah belanda melahirkan system tanam paksa,
Belanda lalu membawa berbagai tanaman komersial seperti kopi, teh, kakao,
tembakau, kelapa sawit dan karet ke negeri zamrud ini.
Akibat terjadi pencairan es persebaran flora di Indonesia terbagi atas tiga
wilayah bagian barat, tengah dan bagian timur. Ciri-ciri tersebut dapat di
jelaskan seperti berikut.
a) Flora
wilayah barat
Wilayah flora bagian barat ini meliputi pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau
Kalimantan, dan pulau Bali. Jenis flora yang ada diketiga pulau tersebut
seperti bunga Raflesia Arnoldi yang di temukan di Sumatera di jawa lebih di
kenal dengan bunga Sluweg tapi ukuranya lebih kecil di banding yang di
sumatera. Dan di Kaimantan juga ada tumbuhan seperti kantong semar dan kayu
meranti.
·
Memiliki kawasan mangrove atau hutan bakau yang
banyak di sekitar pantai.
·
Jenis tumbuhanya sangat beragam.
·
Kayu di dalam hutannya memiliki banyak manfaat
seperti kayu jati, kayu mahoni, dan jenis kayu lainnya yang sering di gunakan
untuk bangunan rumah.
b) Flora
wilayah Tengah
Wilayah tengah meliputi kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi. Di wilayah
ini jenis hutanya seragam atau homogen di dominasi satu tumbuhan saja. Nusa
Tenggara memiliki curah hujan yang sedikit sehingga banyak di jumpai bentang
alam sabana dan stepa. Jenis tumbuhan yang ada di hutan bagian tengah ini
seperti pinus, cemara, dan pohon palma.
c) Flora
wilayah Timur
Wilayah bagian timur ini mencakup pulau Maluku dan Papua. Flora khas timur
ini adalah pohon matoa (sejenis rambutan dari papua). Ciri-Ciri Flora nya
sebagai berikut.
·
Memiliki kemiripan dengan benua Australia.
·
Ketinggian pohonya lebih rendah dari flora
bagian barat.
·
Banyak tanaman semak belukar.
·
Pepohonan masih jarang.
2.
Sumber daya alam tambang
Kekayaan mineral di negeri ini sudah tidak di ragukan lagi terbukti dengan
adanya pegunungan emas di papua, tidak hanya emas negeri yang pernah di sebut
sebagai Macan Asia ini juga di lalui
oleh jalur timah terkaya di dunia, dengan akumulasi minyak dan gas bumi yang
tergolong besar di perut buminya.
Secara alami minyak bumi yang ada saat ini dibuat oleh alam ini bahan
dasarnya dari ganggang, selain ganggang, biota-biota lain yang berupa
daun-daunan juga dapat menjadi sumber minyak bumi. Tetapi ganggang merupakan
biota terpenting dalam menghasilkan minyak. Setelah ganggang-ganggang ini mati,
maka akan teredapkan di dasar cekungan sedimen. Keberadaan ganggang ini bisa
juga dilaut maupun di sebuah danau. Kelimpahan alam di negeri ini tidak
terlepas dari gejolak geologi yang hiperaktif. Jalur emas di sumatera misalnya
ternyata berimpit dengan jarul patahan sebagaimana di sebutkan M.J. Crow dan
T.M. Van Leeuwen (2005).
Indonesia adalah negeri yang kaya akan hasil tambangnya dari sabang sampai
maroke itu terdapat galian-galian tambang yang bernilai ekonomis. Dalam
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan jenis persebaran tambang dan tempat
lokasinya.
a.
Minyak Bumi dan Gas
Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak
dipakai untuk keperluan industri, transportasi, dan rumah tangga. Cadangan
minyak bumi Indonesia terus berkurang seiring dengan pengambilan atau
eksploitasi yang terus dilakukan.
b.
Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang
telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Batu bara digunakan
sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Energi yang dihasilkan batu
bara
dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain.
dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain.
Cadangan batu bara Indonesia merupakan yang ke-6
terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara dapat
dijumpai di sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Potensi batu bara di
kedua pulau tersebut sangat besar.
Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di
Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin
dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).
c. Bauksit
Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit
bermanfaat untuk industri logam, kimia, dan matulergi. Indonesia memiliki
potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai 1.262.710 ton.
Bauksit ditambang di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat
(Singkawang).
d. Pasir Besi
Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen.
Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah),
Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek
(Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).
e. Emas
Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM,
produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Emas antara lain
ditambang di daerah Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua (Freeport, Timika),
Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara
(Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).
f. Timah
Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata,
dan lain-lain. Aktivitas penambangan timah terdapat di Sungai Liat (Pulau
Bangka), Manggara (Pulau Belitung), dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau
Karimun.
g. Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam industri peralatan listrik, industri
konstruksi, pesawat terbang, kapal laut, atap, pipa ledeng, dekorasi rumah,
mesin-mesin pertanian, pengatur suhu ruangan, dan lain-lain. Aktivitas
penambangan tembaga terdapat di Papua oleh PT. Freeport.
h. . Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam.
Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki
potensi nikel adalah Papua dan Maluku.
i. Aspal
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam.
Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki
potensi nikel adalah Papua dan Maluku.
j. Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan baterai
kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan ditambang di daerah Tasikmalaya
(Jawa Barat), Kiripan (Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan).
k. Belerang
Belerang banyak ditemukan di Gunung Welirang, Jawa Timur dan Gunung Patuha,
Jawa Barat.
l. Marmer
Marmer terbentuk dari proses malihan batu gamping atau batu kapur. Suhu dan
tekanan bekerja pada batu gamping karena adanya tenaga endogen atau tenaga dari
dalam bumi. Marmer banyak digunakan untuk seni pahat, patung, meja, dinding,
lantai rumah, dan lain-lain. Marmer ditambang di Tulungagung (Jawa Timur),
Lampung, dan Makassar.
m. Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat dalam alkohol,
kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar
lebih sehat. Yodium ditambang di Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa
Timur).
E.
Makna Sumber Daya Alam sebagai Penyangga
Kehidupan
Alam sebagai tempat hidup
manusia menyediakan segala potensi untuk kehidupan manusia, sedang manusia
(sebagai penghuni bumi) memanfaatkan lingkungan (sumber daya alam) untuk
kepentingan hidupnya (menyejahterakan hidupnya sesuai dengan tingkat ilmu
pengetahuan dan tekhnologi yang dikuasainya). Dalam proses kehidupan system
inilah manusia dapat memengaruhi alam sekelilingnya dan sebaliknya keadaan alam
sekeliling dapat memengaruhi terhadap upaya manusia dalam usaha memenuhi
berbagi kebutuhannya. Besar peran manusia dalam sistem kehidupan sekaligus
mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan sumber daya alam. Jadi dalam
mengelola dan memperlakukan alam sekitar atau sumber daya alam, mausia harus
berwawasan, lingkungan yaitu manusia selalu menjaga hubungan yang serasi dengan
lingkungan hidupnya ataudengan sumber daya alam di sekitarnya.
Pada hakikatnya manusia yang
berwawasan lingkungan adalah manusia yang sadar terhadap dan berprilaku demi
tercapainya hubungan yang serasi antara dirinya dan lingkungan hidupnya.
Hubungan tersebut dalam arti dinamis, yaitu dalam kegiatan meningkatkan
kesejahteraannya, manuisa harus bertindak secara rasional dan penuh rasa
tanggung jawab, lingkungan hidup memiliki daya dukung bagi kehidupan manusia
dan makhluk hidup lainnya; lingkungan hidup memiliki sumber daya hayati dan non
hayati yang berpotensi untuk memberikan kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup
lainnya. Tinggi rendahnya daya dukung lingkungan tergantung pada kualitas dan
kuantitas sumber daya yang tersedia termasuk kualitas sumber daya manusianya.
Disamping itu juga faktor ilmu dan tekhnologi yang dikuasi manusia. Kondisi
pertumbuhan penduduk yang cepat merugikan bagi lingkungan, antara lain:
1.
Timbulnya daerah-daerah yang padat dan kumuh.
2.
Luas lahan pertanian makin menyempit,
mengakibatkan produksi pertanian makin berkurang sebagai kibat jumlah penduduk
terus bertambah, diperlukan berbagai macam industry mengakibatkan penggunaan
sumber daya alam secara intensif dan semakin besar pencemaran akibat dari
limbah industry.
3.
Pengelolaan dan penguasaan sumber daya alam yang
ekstensif mengakibatkan makin merosotnya jumlah persediaan sumber daya alam.
F.
Eksplorasi dan Eksploitasi SDA di Indonesia dan
permasalahannya.
a.
Eksploitasi SDA di Indonesia
Eksploitasi adalah upaya atau tindakan penguasaan dan penguasaan untuk
mengeruk dan menguras potensi sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber
daya manusia(tenaga kerja murah). Keadaan Indonesia sebagai Negara
berkembang telah mendorong penyelenggara
pemerintahan memanfaatkan keberadaan sumber daya alam yang melimpah, dengan
harapan terjadinya percepatan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat,
dan terjaganya stabilitas ekonomi secara nasional.
Kerentanan ekonomi sebagai Negara
berkembang dimanfaatkan secara sempurna
oleh kekuatan ekonomi Negara maju melalui multikorporasi yang berusaha menjalin
kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan investasi pada berbagai
bidang, seperti bidang kuhutanan, pertambangan dan energy, perkebunan, pesisir
dan kelautan, ekonomi dan perdagangan, dll.
b.
Problematika
SDA/Lingkungan
SDA adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai
bagi manusia, yang telah memberikan dorongan bagi berlangsungnya proses
kehidupan dalam peradaban yang saling menguntungkan, sehingga manusia dapat
hidup secara layak dan harmonis karena layanan alam yang menjadi penopangnya.
Namun ketika kapitalisme dan komoditasasi SDA
dan hutan yang ternyata menyebabkan suatu krisis hubungan antara manusia dan
SDA. Pola hubungan eksploitatif oleh kekuatan capital dalam pengolahan SDA dan
hutan investasi belum menunjukkan dorongan terhadap rasa keadilan dan
berkelanjutannya bagi rakyat banyak.
Komersialisasi dan moneteralisasi diberbagai
bidang secara pasti telah memarginalkan dan menyingkirkan peran masyarakat
local dalam pengelolahan SDA, sehingga hampir semua titik yang sudah
mengeksploitasi SDA selalu menorah masalah yang kerap mencuat kepermukaan,
diantaranya:
1. Konflik Berkepanjangan
Dalam sejarah eksploitasi SDA dalam skala besar yang melibatkan
perusahaan besar dan agen kapitalisme
global, selalu ada terjadi konflik itu terjadi antar masyarakat yang pro dan
kontra, antara masyarakat masyarakat yang dirugikan dengan pihak perusahaan
maupun antar masyarakat dengan pemerintah.
Ada 3 hal pokok yang melatar belakangi konflik-konfik penguasaan SDA dan
hutan, yaitu:
1) kuatnya intervensi modal dalam
system ekonomi nasional yang berujung pada pemihakan yang berlebihan pada
capital dari penyelenggaraan Negara.
2) dominannya pemerintah dengan
memposisikan diri sebagai yang paling menentukan arah pembangunan, sehingga
sentralisasi keputusan dan kebijakan pemerintah menjadi hal yang lumrah saja,
tidak perduli terhadap keberadaan masyarakat lokal yang tergantung hidupnya
dari sumber daya hutan.
3) lemahnya jaminan dan
perlindungan formal Negara terhadap hak-hak masyarakat lokal atau adat dalam
perundang-undang nasional.
2. Pemiskinan Masyarakat Asli
Indonesia adalah Negara tropis
yang kebanyakan warganya hidup mengandalkan basis ekonomi agraris, sehingga
tingkat ketergantungan hidsup masyarakatnya dari kekayaan agraria dan SDA
sekitarnya sangat kuat. Namun ketika investasi dalam meluruhlantakan SDAnya
maka dapat dipastikan terjadi penyingkiran yang sistematik. Masyarakat dari
sumber kehidupannya dan pasti proses produksi masyarakat asli akan terganggu
dan menjadi tidak berdaya(miskin). Ini terjadi tentunya karena masyarakat
kehilangan hak atas tanah, kehilangan hak atas hutan dan SDAnyayang selama ini
telah memberikan sumbangsih bagi kehidupannya.
3. Penghancuran Lingkungan Hidup
Eksploitasi juga sangat
berdampak kepada penghancuran dan pemusnahan spesies dan keaneragaman hayati
perusahaan-perusahaan seperti perusahaan pertambangan dan penerbangan kayu
merupakan kegiatan kegiatan manusia yang paling merusak menurut lingkungan
hidup, seraya memainkan peran penting bagi musnahnya dengan cepat hutan-hutan
yang tumbuhnya lambat serta rawa-rawa. Hilangnya habitat-habitat yang kerap
kali tidak dapat digantikan itu sedang menguras gudang keaneragaman hayati
dunia.
4. Ancaman Bencana Alam
Terjadinya konversi lahan
hutan kepada berbagai kegiatan industri, membawa dampak kepada kerusakan
ekologis dan ekosistem, dan inilah yang telah mempengaruhi daya dukung
lingkungan, sehingga menyebabkan petaka bagi kelestarian keanekaragaman hayati,
bagi kesediaan air, bagi kenyamanan iklim tropis.
5. Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan Bangsa
SDA Indonesia melimpah menjadi
incaran para investor asing dan mendapat sambutan yang hangat dari pemerintah
lewat keleluasaan yang diatur dalam UU penanaman modal asing. SDA kita telah
dikuasai oleh pihak asing, jadi sudah berapa besarkah kekayaan alam kita yang
dikuras dibawa keluar negeri.
Sementara pendapatan Negara
hanya didapat dari royalty, pajak dan iuran perusahaan yang tidak seberapa bila
dibandingkan yang dibawa keluar Indonesia.pengelola yang salah selama ini
dianggap prestasi monumental dalam kolongmerasi SDA dan hutan yang identik
dengan praktek kapitalisme, dan memarginalkan masyarakat yang survival dari
sumber daya hutan.
6.
Pelestarian Sumber Daya Alam di Bumi
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah RI dalam menghadapi kemerosotan
kualitas sumber daya alam dan lingkungan hidup, antara lain:
1. Dikeluarkannya
UU No. 4 Tahun 1982, yaitu UU tentang ketentuan poko lingkungan hidup.
2. Menyelenggarakan
pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH), lewat jalur formal (dengan
memasukkan PKLH pada kurikulum sekolah memlalui dari sekolah dasar sampai
perguruan tinggi), informal (pendidikan dalam keluarga), dan non formal (pendidikan
di luar keluarga dan diluar sekolah).
3. Mengadakan
konservasi sumber daya alam, misalnya dengan adanya cagar alam (hutan lindung),
suaka margasatwa, dan lain-lain.
4. Melakukan
bergbagai penelitian dan pengembangan sumber daya alam dengan maksud
menginventarisasi dan memperoleh cara maupun sistem pengelolaan lingkungan
hidup yang hebat.