BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan
planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet
terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa lempeng tektonik, yang
mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih dari
70% permukaan Bumi ditutupi oleh air dan
sisanya terdiri dari benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan
sumber air lainnya. Kutub Bumi sebagian besarnya tertutup es,
es padat di lapisan es Antarktika dan es laut di kutub. Interior Bumi masih tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari
besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang
relatif padat di bagian mantel.
Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia Sumber daya mineral. Bumi dan
produk-produk biosfer lainnya merupakan penyediaan sumber daya untuk
mendukung populasi manusia global. Wilayah
Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang
saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan,
dan aksi militer.
A. Nama
Dalam bahasa Indonesia kata bumi berasal dari bahasa Sanskerta bhumi, yang berarti tanah, dan selalu ditulis dengan huruf kapital
("Bumi"), untuk merujuk pada planet Bumi, sementara "bumi"
dengan huruf kecil merujuk pada permukaan dunia, atau tanah.
B. Komposisi
dan Struktur
1. Bentuk
Bentuk Bumi
kira-kira menyerupai sferoid pepat, bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang
sumbu dari kutub ke kutub sehingga terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa.[35] Tonjolan ini muncul
akibat rotasi Bumi, yang menyebabkan diameter khatulistiwa 43 km (kilometer) lebih besar dari
diameter kutub ke kutub.[36] Karena hal
ini, titik terjauh permukaan Bumi dari pusat Bumi adalah gunung api Chimborazo di Ekuador, yang berjarak 6.384 kilometer dari
pusat Bumi, atau sekitar 2 kilometer lebih jauh jika dibandingkan dengan Gunung Everest.[37]
Diameter rata-rata bulatan Bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira setara
dengan 40.000 km /π, karena satuan meter pada awalnya dihitung sebagai 1/10.000.000 jarak dari
khatulistiwa ke Kutub Utara melewati Paris, Perancis. Topografi Bumi mengalami deviasi dari bentuk sferoid ideal,
meskipun dalam skala global deviasi ini tergolong kecil: Bumi memiliki tingkat toleransi sekitar 584, atau 0,17% dari sferoid sempurna, lebih kecil jika
dibandingkan dengan tingkat toleransi pada bola biliar (0,22%). Deviasi
tertinggi dan terendah pada permukaan Bumi terdapat di Gunung Everest
(8.848 m di atas permukaan laut) dan Palung Mariana
(10.911 m di bawah permukaan laut). Karena adanya tonjolan
khatulistiwa, lokasi di permukaan Bumi yang berada paling jauh dari pusat Bumi
adalah puncak Chimborazo di Ekuador dan Huascarán di Peru.
2. Komposisi Kimiawi
Bumi adalah
sekitar 5,98×1024 kg. Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi
(32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), belerang (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya
(1,2%). Akibat segregasi massa, bagian inti Bumi diyakini
mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%), dan
kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.
|
Komposisi
kimia kerak Bumi
|
|||
|
Senyawa
|
Rumus
|
Komposisi
|
|
|
Daratan
|
Lautan
|
||
|
SiO2
|
60.2%
|
48.6%
|
|
|
Al2O3
|
15.2%
|
16.5%
|
|
|
CaO
|
5.5%
|
12.3%
|
|
|
MgO
|
3.1%
|
6.8%
|
|
|
FeO
|
3.8%
|
6.2%
|
|
|
Na2O
|
3.0%
|
2.6%
|
|
|
K2O
|
2.8%
|
0.4%
|
|
|
Fe2O3
|
2.5%
|
2.3%
|
|
|
H2O
|
1.4%
|
1.1%
|
|
|
CO2
|
1.2%
|
1.4%
|
|
|
TiO2
|
0.7%
|
1.4%
|
|
|
P2O5
|
0.2%
|
0.3%
|
|
|
Total
|
99.6%
|
99.9%
|
|
3. Struktur Dalam
Lapisan luar
Bumi secara kimiawi berupa kerak padat silikat yang
diselimuti oleh mantel viskose padat. Kerak Bumi dipisahkan dari mantel oleh diskontinuitas
Mohorovičić, dengan ketebalan kerak yang bervariasi, ketebalan
rata-ratanya adalah 6 km di bawah lautan dan 30-50 km di bawah daratan.
Kerak Bumi, serta bagian kaku dan dingin di puncak mantel atas dikenal dengan litosfer, dan pada lapisan inilah tektonika lempeng terjadi. Di
bawah litosfer terdapat astenosfer, lapisan dengan tingkat viskositas yang relatif
rendah dan menjadi tempat melekat bagi litosfer. Perubahan penting struktur
kristal di dalam mantel terjadi pada kedalaman 410 dan 660 km di bawah permukaan Bumi, yang juga
mencakup zona transisi yang memisahkan mantel atas dengan mantel bawah. Di
bawah mantel, terdapat fluida inti luar dengan viskositas yang sangat rendah di atas inti dalam. Inti dalam Bumi mengalami
perputaran dengan kecepatan sudut yang sedikit lebih tinggi jika
dibandingkan dengan bagian planet lainnya, sekitar 0,1-0,5° per tahun.
|
Lapisan
geologi Bumi
|
|||
|
Penampang Bumi dari inti ke eksosfer. |
Kedalaman
km |
Lapisan
komponen
|
Kepadatan
g/cm3 |
|
0–60
|
Litosfer
|
—
|
|
|
0–35
|
Kerak
|
2.2–2.9
|
|
|
35–60
|
Mantel atas
|
3.4–4.4
|
|
|
35–2890
|
Mantel
|
3.4–5.6
|
|
|
100–700
|
Astenosfer
|
—
|
|
|
2890–5100
|
Inti luar
|
9.9–12.2
|
|
|
5100–6378
|
Inti dalam
|
12.8–13.1
|
|
4. Lempeng Tektonik
Lapisan luar
Bumi disebut dengan litosfer, terpecah menjadi lempeng tektonik.
Lempeng-lempeng ini merupakan segmen kaku yang saling berhubungan dan bergerak
pada salah satu dari tiga jenis batas lempeng. Ketiga batas lempeng tersebut
adalah batas konvergen, tempat dua lempeng bertumbukan, batas divergen, tempat dua
lempeng saling menjauh, dan batas peralihan, tempat dua lempeng saling
bersilangan secara lateral. Gempa bumi, aktivitas gunung berapi, pembentukan gunung, dan
pembentukan palung laut terjadi di sepanjang batas lempeng ini. Lempeng
tektonik berada di atas astenosfer, lapisan mantel yang bentuknya padat tetapi
tidak begitu kental, yang bisa mengalir dan bergerak bersama lempeng, dan
pergerakan ini disertai dengan pola konveksi di dalam mantel Bumi.
Karena
lempeng tektonik berpindah di seluruh Bumi, lantai samudera mengalami penunjaman di bawah tepi utama lempeng pada
batas konvergen. Pada saat yang bersamaan, material mantel pada batas divergen
membentuk punggung tengah
samudera. Perpaduan kedua proses ini secara berkelanjutan
terus mendaur ulang kerak samudera kembali ke dalam mantel. Karena
proses daur ulang ini, sebagian besar lantai samudera berusia kurang dari
100 juta tahun. Kerak samudera tertua berlokasi di Pasifik Barat, yang
usianya diperkirakan 200 juta tahun. Sebagai perbandingan, kerak benua
tertua berusia 4.030 juta tahun.
Tujuh
lempeng utama di Bumi adalah Lempeng Pasifik, Amerika Utara, Eurasia, Afrika, Antarktika, Lempeng
Indo-Australia, dan Amerika Selatan. Lempeng
terkemuka lainnya adalah Lempeng Arab, Lempeng Karibia, Lempeng Nazca di pantai barat Amerika Selatan,
dan Lempeng
Scotia di Samudera Atlantik selatan. Lempeng Australia menyatu
dengan Lempeng India kira-kira 50 sampai 55 juta tahun yang lalu. Lempeng
dengan pergerakan tercepat adalah lempeng samudera, Lempeng Cocos bergerak dengan laju kecepatan
75 mm/tahun, dan Lempeng Pasifik bergerak 52–69 mm/tahun. Sedangkan
lempeng dengan pergerakan terlambat adalah Lempeng Eurasia, dengan
laju pergerakan sekitar 21 mm/tahun.
|
Nama lempeng
|
Area 106 km2
|
|
103.3
|
|
|
78.0
|
|
|
75.9
|
|
|
67.8
|
|
|
60.9
|
|
|
47.2
|
|
|
43.6
|
|
5. Permukaan
Sekitar
70,8% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut. Luas
permukaan Bumi yang ditutupi oleh air setara dengan 361,132 km2 (139,43
juta sq mi). Permukaan Bumi yang terendam memiliki bentang pegunungan, termasuk
rangkaian punggung tengah samudera dan gunung api bawah laut, palung laut, lembah bawah laut, dataran tinggi samudera, dan dataran abisal. Sisanya,
29,2% (148,94 km2 atau 57,51 juta sq mi) permukaan
Bumi dilingkupi oleh daratan, yang terdiri dari pegunungan, padang gurun,
dataran tinggi, pesisir, dan geomorfologi lainnya.Permukaan Bumi mengalami
pembentukan kembali pada periode waktu geologi karena aktivitas tektonik dan erosi. Permukaan Bumi yang terbentuk atau
mengalami deformasi akibat tektonik lempeng merupakan permukaan yang mengalami pelapukan oleh curah hujan, siklus termal, dan pengaruh kimia.
Glasiasi, erosi pantai, pembentukan terumbu karang, dan
tubrukan meteorit besar merupakan beberapa peristiwa yang
memicu pembentukan kembali lanskap permukaan Bumi.Kerak benua terdiri dari material dengan
kepadatan rendah seperti batuan beku granit dan andesit. Batuan dengan persentase kecil adalah basal, batuan vulkanik padat yang merupakan konstituen
utama lantai samudera. Batuan sedimen terbentuk dari akumulasi sedimen
yang terpadatkan. Hampir 75% permukaan benua ditutupi oleh batuan sedimen,
meskipun batuan itu sendiri hanya membentuk 5% bagian kerak Bumi. Batuan ketiga
yang paling umum terdapat di permukaan Bumi adalah batuan metamorf, yang
terbentuk dari transformasi batuan yang sudah ada akibat tekanan tinggi, suhu
tinggi, atau keduanya. Mineral silikat yang ketersediaannya paling melimpah di
permukaan Bumi adalah kuarsa, feldspar, amfibol, mika, piroksen, dan olivin. Sedangkan mineral karbonat paling umum adalah kalsit (ditemukan pada batu kapur dan dolomit). Pedosfer adalah
lapisan terluar Bumi yang merupakan tempat terjadinya proses
pembentukan tanah. Lapisan ini terletak pada antarmuka litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer. Total permukaan tanah saat ini
adalah 13,31% dari luas total permukaan Bumi, dan dari jumlah tersebut, hanya
4,71% yang ditanami secara permanen. Hampir 40% permukaan tanah dimanfaatkan
sebagai lahan pertanian dan padang rumput, dengan rincian 1,3×107 km2
lahan pertanian dan 3,4×107 km2 padang rumput.
Ketinggian permukaan tanah Bumi bervariasi. Titik terendah berada pada
ketinggian −418 m di Laut Mati, sedangkan titik tertinggi adalah 8.848 m di
puncak Gunung Everest. Ketinggian rata-rata permukaan
tanah dihitung dari permukaan laut adalah 840 m. Secara logis, Bumi dibagi menjadi Belahan
Utara dan Selatan yang berpusat di masing-masing kutub. Akan tetapi, Bumi
secara tidak resmi juga dibagi menjadi Belahan Bumi Barat dan Timur. Permukaan
Bumi secara tradisional dibagi menjadi tujuh benua dan berbagai laut. Setelah manusia menghuni dan mengelola Bumi, hampir
semua permukaan dibagi menjadi negara-negara. Hingga tahun 2013, terdapat 196
negara berdaulat dengan jumlah penduduk sekitar 7 miliar yang menghuni
permukaan Bumi.
6. Hidrosfer
Hidrosfer Bumi pada umumnya terdiri dari lautan, namun secara
teknis juga mencakup semua perairan yang terdapat di permukaan Bumi, termasuk danau, sungai, laut pedalaman, dan air bawah tanah di kedalaman
2.000 m. Perairan terdalam dari permukaan Bumi adalah Challenger Deep di Palung Mariana, Samudera Pasifik, dengan
kedalaman 10.911,4 m di bawah permukaan laut.
Massa lautan kira-kira 1,35×1018 metrik ton, atau sekitar 1/4400 dari massa
total Bumi. Lautan mencakup area seluas 3,618×108 km2, dengan
kedalaman rata-rata 3.682 m, dan volume air sekitar 1,332×109 km3. Jika daratan di permukaan Bumi tersebar merata, maka
ketinggian air akan naik lebih dari 2,7 km. Sekitar 97,5% perairan Bumi
adalah air asin, sedangkan 2,5% sisanya adalah air tawar. Sekitar 68,7% air
tawar yang terdapat di permukaan Bumi pada saat ini adalah es, sedangkan
selebihnya membentuk danau, sungai, mata air, dan sebagainya. Tingkat keasinan rata-rata lautan di Bumi adalah
35 gram garam per kilogram air laut (3,5% garam). Sebagian besar garam ini
dihasilkan oleh aktivitas vulkanis atau hasil ekstraksi batuan beku. Lautan
juga menjadi reservoir bagi gas atmosfer terlarut, yang keberadaannya sangat
penting bagi kelangsungan hidup sebagian besar organisme air. Air laut memiliki
pengaruh besar terhadap iklim dunia, lautan berfungsi sebagai reservoir panas utama. Perubahan suhu di lautan
juga bisa menyebabkan perubahan cuaca di berbagai belahan dunia, misalnya El Niño–Osilasi
Selatan.
7. Medan Magnetik
Medan magnet Bumi
diperkirakan terbentuk karena dipole magnetik, dengan kutub magnet berada pada
kutub geografi Bumi. Pada khatulistiwa medan magnet, kekuatan medan magnet di
permukaan Bumi mencapai 3.05 × 10−5 T, dengan momen dipole magnet global 7.91 × 1015 T m3.
Menurut teori dinamo, medan magnet dihasilkan di dalam
wilayah inti luar tempat energi panas menciptakan gerakan konveksi material
konduksi dan menghasilkan arus listrik. Proses ini pada gilirannya
menciptakan medan magnet Bumi. Gerakan konveksi pada inti Bumi berlangsung
dengan tidak teratur; kutub magnet melayang dan secara berkala mengubah arah
gaya magnet. Hal ini memicu terjadinya pembalikan medan pada interval tak beraturan, yang
berlangsung beberapa kali setiap jutaan tahun. Pembalikan medan terakhir
terjadi sekitar 700.000 tahun yang lalu.
Medan magnet
membentuk lapisan magnetosfer, yang berfungsi membiaskan partikel
yang terkandung dalam angin surya. Tepi medan magnet yang mengarah ke
Matahari berjarak sekitar 13 kali radius Bumi. Tabrakan antara medan magnet dan
angin surya menghasilkan sabuk radiasi
Van Allen, yakni area berbentuk torus konsentris dengan partikel bermuatan energi.
Saat plasma memasuki
atmosfer Bumi pada kutub magnet, maka terbentuklah aurora.
C. Rotasi
dan Orbit
1. Rotasi
Kala rotasi
Bumi yang bersifat relatif terhadap Matahari – disebut hari
Matahari – adalah 86.400 detik dari waktu Matahari rata-rata
(86.400,0025 SI detik). Karena periode hari Matahari Bumi saat
ini lebih panjang dari periode ketika abad ke-19 akibat akselerasi
pasang surut, setiap hari bervariasi antara 0 hingga 2 SI ms lebih
panjang. Kala rotasi Bumi yang relatif terhadap bintang tetap, dinamakan hari bintang oleh International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS),
adalah 86.164,098903691 detik dari waktu Matahari rata-rata (UT1), atau 23h
56m 4,098903691s. Kala rotasi Bumi yang relatif terhadap presesi atau
pergerakan ekuinoks vernal, dinamakan hari sideris, adalah
86.164,09053083288 detik dari waktu Matahari rata-rata (UT1) (23h 56m
4.09053083288s) pada 1982. Dengan demikian, hari sideris kira-kira
lebih singkat 8,4 ms dari hari bintang. Panjang hari Matahari rata-rata
dalam satuan detik SI dihitung oleh IERS untuk periode 1623–2005 dan 1962–2005.
Selain meteor pada atmosfer dan satelit berorbit rendah, gerakan
utama benda langit di atas Bumi adalah ke arah barat, dengan laju 15°/jam =
15'/menit. Untuk benda langit di dekat khatulistiwa angkasa,
pergerakannya terlihat pada diameter Matahari dan Bulan setiap dua menit; dari
permukaan Bumi, ukuran Matahari dan Bulan kurang lebih sama
2. Orbit
Bumi
mengorbit Matahari pada jarak rata-rata sekitar 150 juta kilometer setiap
365,2564 hari Matahari rata-rata, atau satu tahun sideris. Dari Bumi, akan terlihat jelas
gerakan Matahari ke arah timur dengan laju sekitar 1°/hari, yang memperjelas
diameter Bulan atau Bumi setiap 12 jam. Karena pergerakan ini, Bumi membutuhkan
waktu rata-rata 24 jam (atau hari Matahari) untuk menyelesaikan putaran penuh
pada porosnya sehingga Matahari bisa kembali ke meridian. Rata-rata kecepatan orbit Bumi
adalah 29,8 km/s (107.000 km/h), cukup cepat untuk menempuh jarak
yang sama dengan diameter planet, atau sekitar 12.742 km dalam waktu tujuh
menit, dan jarak ke Bulan, 384.000 km dalam waktu 3,5 jam.
Bukit sfer, atau
lingkup pengaruh gravitasi Bumi, adalah sekitar 1,5 Gm atau
1.500.000 km di radius. Ini adalah jarak maksimum saat pengaruh gravitasi
Bumi lebih kuat daripada Matahari dan planet-planet jauh. Objek harus mengorbit
Bumi dalam radius ini, atau mereka akan terkena dampak perturbasi gravitasi
Matahari. Bumi bersama dengan Tata Surya, terletak di galaksi Bima Sakti dan mengorbit sekitar 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Saat ini, Bumi
berada sekitar 20 tahun cahaya di atas bidang galaktik di lengan spiral Orion.
3. Kemiringan Sumbu Dan Musim
Karena kemiringan sumbu Bumi,
jumlah sinar matahari yang jatuh pada titik tertentu di permukaan Bumi
bervariasi sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan perubahan musim pada iklim. Musim panas di belahan utara terjadi saat Kutub Utara mengarah
tepat ke Matahari, dan musim dingin berlangsung di saat sebaliknya.
Ketika musim panas, hari berlangsung lebih lama dan Matahari naik lebih tinggi
di langit. Pada musim dingin, iklim pada umumnya menjadi lebih dingin dan hari
berjalan dengan lebih pendek. Di atas Lingkar Arktik, peristiwa ekstrem terjadi saat
tidak ada siang hari dan malam berlangsung lebih dari 24 jam sehubungan dengan
fenomena malam kutub. Di belahan selatan, situasinya
berkebalikan dengan Kutub Utara; orientasi Kutub Selatan berlawanan
dengan arah Kutub Utara.
Secara
astronomis, empat musim ditentukan oleh titik balik matahari –
titik saat kemiringan sumbu maksimum orbit menuju atau menjauh dari
Matahari – dan ekuinoks, saat arah kemiringan dan arah Matahari berada pada
satu garis tegak lurus (serenjang). Di belahan utara, titik balik
matahari musim dingin terjadi pada tanggal 21 Desember, titik balik
matahari musim panas pada 21 Juni, ekuinoks musim semi sekitar
tanggal 20 Maret, dan ekuinoks musim gugur tanggal 23 September. Di belahan
selatan, situasinya terbalik; titik balik matahari musim panas dan musim dingin
terjadi sebaliknya dan ekuinoks musim semi dan musim gugur dipertukarkan
tanggalnya.
Sudut
kemiringan Bumi relatif stabil dalam jangka waktu yang lama. Kemiringan ini
mengalami nutasi; gerakan
kecil dan tidak teratur dengan periode utama 18,6 tahun. Orientasi (bukannya
sudut) dari sumbu Bumi juga berubah dari waktu ke waktu, yang mengalami presesi
di sekeliling lingkaran penuh setiap 25.800 tahun; presesi inilah yang
menyebabkan perbedaan antara tahun sideris dan tahun tropis. Kedua gerakan ini disebabkan oleh
adanya daya tarik yang beragam dari Matahari dan Bulan terhadap tonjolan
khatulistiwa Bumi. Dari sudut pandang Bumi, kutub juga berpindah beberapa meter
di sepanjang permukaan. Gerakan kutub ini
memiliki beberapa komponen siklis, yang secara kolektif dikenal dengan gerakan kuasiperiodik. Selain komponen tersebut, terdapat
siklus 14 bulanan yang dinamakan gerakan Chandler. Kecepatan rotasi Bumi juga
bervariasi, yang dikenal dengan fenomena variasi panjang hari.
Di zaman
modern, perihelion Bumi terjadi sekitar tanggal 3 Januari, dan aphelion pada tanggal 4 Juli. Tanggal ini
akan berubah seiring waktu karena proses presesi dan faktor
orbital lainnya, yang mengikuti pola siklus yang dikenal dengan siklus Milankovitch. Perubahan
jarak antara Bumi dan Matahari menyebabkan meningkatnya energi surya yang
mencapai Bumi sebesar 6,9%. Karena belahan bumi selatan miring menghadap
Matahari ketika Bumi mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari, belahan
selatan menerima energi surya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan
belahan utara selama setahun. Dampak fenomena ini jauh lebih besar daripada
perubahan energi total yang disebabkan oleh kemiringan sumbu, dan sebagian
besar kelebihan energi tersebut diserap oleh air dalam jumlah banyak di belahan
selatan.
D. Kriteria Layak
Huni
1. Biosfer
Biosfer Bumi
diperkirakan mulai berevolusi sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Biosfer terbagi
menjadi sejumlah bioma, yang dihuni oleh hewan dan tumbuhan sejenis. Di
daratan, bioma dibagi menurut perbedaan lintang, ketinggian dari permukaan laut, dan kelembaban. Bioma kebumian membentang di Lingkar Antarktika dan Arktik, di lintang tinggi atau wilayah kering, yang umumnya memiliki tumbuhan dan hewan yang
jarang, keanekaragaman spesies mencapai
puncaknya di dataran rendah di lintang
khatulistiwa.
2. Sumber Daya Alam Dan Pemanfaatannya
Bumi
menyediakan sumber daya yang digunakan oleh manusia untuk tujuan yang
bermanfaat. Beberapa di antaranya adalah sumber daya yang tidak dapat
diperbarui, seperti bahan bakar mineral, yang sulit
untuk ditambah atau diperbarui dalam waktu singkat.Sebagian besar bahan bakar
fosil terkandung dalam kerak Bumi, yang terdiri dari batu bara, minyak bumi, gas alam, dan metana klarat. Sumber daya ini dimanfaatkan oleh
manusia untuk memproduksi energi atau sebagai bahan baku untuk memproduksi
bahan-bahan kimia. Bijih mineral juga terbentuk di dalam kerak Bumi melalui
proses genesis bijih, yang
disebabkan oleh aktivitas erosi dan tektonik lempeng. Mineral ini menjadi sumber
konsentrasi bagi banyak logam dan unsur kimia bernilaiguna lainnya.
Biosfer Bumi
memproduksi banyak produk-produk biologi yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia, termasuk makanan, kayu, obat-obatan, oksigen, dan pendaurulangan limbah-limbah organik. Ekosistem darat bergantung pada humus dan air
tawar, sedangkan ekosistem laut bergantung pada nutrisi terlarut yang
diluruhkan dari darat. Manusia juga hidup di darat dengan memanfaatkan bahan bangunan untuk
membangun tempat tinggal.
|
Perkiraan
pemanfaatan lahan oleh manusia, 2000
|
|
|
Pemanfaatan lahan
|
Mha
|
|
Lahan pertanian
|
1.510–1.611
|
|
Padang
rumput
|
2.500–3.410
|
|
Hutan
alam
|
3.143–3.871
|
|
Hutan
ditanami
|
126–215
|
|
Kawasan perkotaan
|
66–351
|
|
Lahan
produktif, tidak dimanfaatkan
|
356–445
|
3. Bencana Alam dan Lingkungan
Dari tahun
1980 sampai 2000, bencana alam telah mengakibatkan kematian setidaknya 11.800
jiwa per tahun. Akibat aktivitas Bumi atau tindakan manusia, banyak wilayah di
permukaan Bumi yang dilanda oleh gempa bumi, tanah longsor, tsunami, letusan gunung berapi, tornado, badai salju, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan bencana alam
lainnya. Akibat tindakan manusia, wilayah-wilayah tertentu di permukaan Bumi
juga kerap mengalami polusi udara atau air, hujan asam dan zat beracun, musnahnya vegetasi
(deforestasi, desertifikasi), kepunahan spesies, degradasi tanah, penipisan
tanah, erosi, dan pengenalan spesies invasif.
4. Persebaran Penduduk
Penduduk
Bumi telah mencapai angka 7 miliar pada tanggal 31 Oktober 2011. Populasi
manusia global diperkirakan akan mencapai 9,2 miliar pada tahun 2050.
Pertumbuhan penduduk ini diperkirakan terjadi di negara berkembang. Kepadatan penduduk sangat
beragam di seluruh dunia, dengan sebagian besar penduduk dunia berada di Asia. Pada tahun 2020, 60% penduduk dunia diperkirakan
tinggal di kawasan perkotaan, bukannya di perdesaan. Dari
keseluruhan permukaan Bumi, hanya seperdelapan yang bisa dihuni oleh manusia,
sedangkan tiga perempatnya diselimuti oleh lautan, dan selebihnya wilayah gurun
(14%), pegunungan tinggi (27%), dan relief lainnya yang
tidak layak huni. Pemukiman permanen paling utara di Bumi adalah Alert di Nunavut, Kanada (82°28′LU). Sedangkan
permukiman yang terletak paling selatan adalah Stasiun Kutub
Selatan Amundsen-Scott di Antarktika (90°LS).
E. Sejarah
Geologi
Benua terbentuk akibat tektonik lempeng, proses
yang secara berkelanjutan menyebabkan berkurangnya panas pada interior Bumi.
Dalam skala waktu yang
berlangsung selama ratusan juta tahun, superbenua telah terbentuk dan terbelah
sebanyak tiga kali. Sekitar 750 juta tahun yang lalu, salah satu superbenua
paling awal yang diketahui, Rodinia, mulai terpisah. Benua yang terpisah kemudian
membentuk Pannotia (600-540 juta tahun yang lalu) dan Pangaea, yang juga terpecah pada 180 juta
tahun yang lalu. Periode zaman es dimulai sekitar 40 juta tahun yang lalu, dan
kemudian meluas pada masa pleistosen sekitar 3 juta tahun yang lalu. Wilayah
yang terletak pada lintang tinggi telah mengalami siklus glasiasi dan pencairan
es berkali-kali, yang berulang setiap 40-100.000 tahun. Glasiasi benua terakhir
terjadi 10.000 tahun yang lal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar