A.
MANUSIA DAN NEGARA
1. MANUSIA
Manusia memiliki kemampuan untuk
penyesuaian, penguasaan, dan sipta untuk memanfaatkan lingkungan alam bagi
kepentingan hidupnya dalam mencapai kemakmuran. Manusia dapat berfungsi sebagai
induvidu ataupun sebagai masyarakat. Individu dan masyarakat komplementer satu
sama lain, karena dalam kenyataanya individu dipengaruhi oleh masyarakat dalam
pembentukan pribadinya dan individu mempengaruhi masyarakat bahkan dapat
menyebabkan perubahan masyarakat. Jadi manusia sebagai individu adalah bagian
dari kelompok masyarakat karena secara kodrati manusia mempunyai sifat yang
dinamis. Masyarakat berarti kumpulan manusia yang hidup bersama, manusia
sebagai anggota masyarakat.
2. NEGARA
Negara yaitu suatu tempat yang di
dalamnya di diami oleh banyak orang yang mempunyai tujuan hidup yang
bermacam-macam dan berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Negara menurut para ahli :
1. George Gelinek : Negara adalah
organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berkediaman dalam wilayah
tertentu.
2. Roger F. Soultau : Negara adalah
alat (agency) atau wewenang
atau authority yang mengatur
atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
3. Carl Schmitt : Negara adalah sebagai
suatu ikatan dari manusia yang mengorganisasi dirinya dalam wilayah tertentu.
4. Prof.
Farid S. :Negara adalah Suatu
wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.
5. George
Wilhelm Friedrich Hegel : Negara
merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan
individual dan kemerdekaan universal
6. Roelof
Krannenburg :Negara adalah suatu
organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya
sendiri.
7. Prof. R.
Djokosoetono :Negara adalah suatu
organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu
pemerintahan yang sama.
8. Prof. Mr.
Soenarko :Negara ialah organisasi
manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku
sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.
9. Aristoteles :Negara adalah perpaduan beberapa keluarga
mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya,
dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.
B.
PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA
Perkembangan
jumlah penduduk dunia sangat erat
kaitannya dengan perkembangan peradaban manusia
dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Ada tiga tahap perkembangan
peradaban manusia hingga kini.Pertama, jaman ketika manusia mulai mempergunakan
alat-alat untuk menanggulangi kehidupan.Kedua, jaman ketika manusia mulai
mengembangkan usaha pertanian menetap.Ketiga, jaman era dimulainya
industrialisasi, yaitu sekitar pertengahan abad ke-17 sesudah masehi.
Dalam kerangka kerja perkembangan kebudayaan manusia
itulah, beberapa tahapan atau periode sejarah pertumbuhan penduduk dunia
dirumuskan oleh para ahli.Angka pertama yang dikemukakan mengenai jumlah
penduduk dunia adalah 125.000 orang, yang hidup kira-kira satu juta tahun yang
lalu (Devey dalam Bland dan Dwight E.Lee, 1976). Angka ini baru berkembang
kira-kira satu juta orang setelah mengalami proses pertumbuhan selama 700.000
tahun kemudian. Tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahun dalam era ini nyaris
tidak berarti sama sekali, yakni 0,000041 persen.
Lambatnya pertumbuhan penduduk pada era ini disebabkan
karena tingginya tingkat kematian. Pertumbuhan penduduk terlihat meningkat pada
kira-kira 6000-9000 tahun yang lampau,ketika teknik bertani sudah dikenal dan
mulai menyebar dibeberapa bagian dunia.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang menjadi masalah
sosial ekonomi pada umumnya karena dengan bertambahnya penduduk maka otomatis
harus bertambah pula persediaan sandang pangan, kesempatan kerja, serta fasilitas umum, selain
itu pertambahan penduduk akan menimbulkan berbagai masalah seerti bertmbahnya
tingkat penganguran,kemiskinan, anak putus sekolah yang dapat pula menimbulkan
berbagai kejahatan (kriminalitas).
Tahun 1987, penduduk dunia mendekati
angka lima miliar orang. Sebelum populasi dunia mendekati angka ini, para
pengamat dan ilmuwan memperingatkan dampak dari bertambahnya populasi
dunia.Analisa mereka didasarkan pada laju cepat pertumbuhan jumlah penduduk
dunia dan prediksi pakar demografi serta perbandingan antara data statistik dan
keterbatasan sumber daya alam. Para pakar ini menyimpulkan bahwa laju
pertumbuhan cepat penduduk dunia akan berujung pada ledakan besar yang bukan
saja menurunkan tingkah kehidupan manusia, namun juga mengancam lingkungan
hidup dan kehidupan sehat.
Dengan demikian laju pertumbuhan cepat
populasi dunia dianggap sebagai sebuah ancaman.Untuk menarik opini publik dunia
maka pada tahun 1989, tanggal 11 Juli ditetapkan sebagai Hari Penduduk
Dunia.Selanjutnya mayoritas negara dunia menerima hal ini dan mulai menetapkan
program pembatasan anak serta penyelarasan antara manusia dan lingkungan hidup,
sumber daya alam, faktor-faktor laju ekonomi dan sosial, budaya serta
lingkungan.
Meski demikian saat ini menjelang
peringatan Hari Penduduk Sedunia, populasi dunia telah mendekati angka tujuh
miliar orang.Bertambahnya populasi dunia melampaui angka tujuh miliar di bulan
Oktober 2011 dan prediksi melambungnya jumlah penduduk dunia hingga tahun 2050
yang akan mencapai sembilan miliar orang menjadi agenda utama berbagai
pertemuan internasional. Hal ini disebabkan oleh keterkaitan erat antara
masalah sosial, budaya dan ekonomi dengan populasi penduduk.Lagi pula, tanpa
prediksi jelas soal jumlah penduduk maka sulit untuk memprediksikan pula
berbagai bidang lainnya.
Populasi tujuh miliar orang penduduk
dunia selain mendatangkan optimisme juga menimbulkan kekhawatiran.Ada yang
memandang masalah ini dengan negatif, namun ada pula yang positif.Mereka ramai-ramai
memperingatkan ancaman laju populasi dunia terhadap bidang ekonomi dan sosial.
Namun ada juga yang berpendapat bahwa
masalah ini merupakan suatu kesempatan.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di
sebuah laporannya menuntut perhatian besar atas kondisi penduduk dunia di tahun
2011.PBB mengharapkan ditempuhnya upaya memulihkan kondisi dunia ketimbang
khawatir atas laju pertumbuhan penduduk. Menurut laporan ini, laju cepat
pertumbuhan populasi dunia dari satu sisi positif, termasuk semakin panjangnya usia
manusia dari 48 tahun di tahun 1950 menjadi 68 tahun serta menurunnya tingkat
kematian bayi serta ibu ketika melahirkan. Hal ini menurut PBB merupakan
keberhasilan sains dan pengetahuan manusia.Dr. Babatunde Osotimehin,Direktur
Eksekutif United Nations Population Fund (UNFPA) saat menyarankan untuk
memanfaatkan kesempatan seperti ini mengatakan,"Ini merupakan kesempatan
yang diberikan kepada manusia. Dari totalpopulasi dunia, sekitar 1,8 miliar
adalah pemuda. 90 persen dari mereka hidup di negara sedang berkembang.
Jika mereka diberi peluang dan sarana
pendidikan memadai maka kita akan memiliki pasukan besar untuk meningkatkan
laju ekonomi."Di laporan PBB juga ditekankan kendala dari laju pertumbuhan
populasi dunia berupa kian bertambah lebarnya jurang pemisah antara negara kaya
dan miskin dalam menggapai sumber pangan, air, properti dan lapangan pekerjaan.
Menurut pandangan pengamat PBB, kondisi imigrasi dan warga pinggiran kota besar
merupakan kendala lain dari laju pertumbuhan populasi penduduk dunia. Karena
warga pinggiran kota akan menambah populasi warga miskin di perkotaan. Selain
itu, bertambahnya jumlah penduduk perkotaan di negara-negara miskin akan
menambah beban negara sehingga laju pertumbuhan ekonomi akan mengendur.
Akhirnya generasi berikutnya akan tetap dalam kemiskinan.
Patut dicatat, berdasarkan laporan PBB,
hingga tahun 2050 Afrika dan Asia akan memimpin dalam laju pertumbuhan penduduk
kota. Populasi warga kota Afrika dari 414 juta menjadi 1,2 miliar dan populasi
penduduk kota di Asia dari 1,9 miliar menjadi 3,3 miliar orang. Dengan demikian
kedua benua ini secara global akan mengalami pertumbuhan penduduk kota sekitar
86 persen dari penduduk dunia. Pembengkakan besar jumlah penduduk akan
menciptakan kesempatan baru untuk memperbaiki mekanisme pendidikan dan
pelayanan publik di Afrika dan Asia. Hal ini disebabkan warga kian terfokus dan
upaya untuk mempermudah mereka mengakses pelayanan.Sekali lagi, laju
pertumbuhan warga perkotaan menimbulkan kendala baru seperti lapangan
pekerjaan, properti, energi dan infrastruktur penting untuk memerangi
kemiskinan serta upaya untuk memerangi meluasnya warga pinggiran kota serta
lingkungan hidup. Sepertinya investasi di bidang pendidikan generasi muda dan
keselamatan mereka semakin urgen.
Hal ini penting mengingat dari sisi
pertumbuhan ekonomi akan sangat bermanfaat bagi generasi mendatang. Selain
memperhatikan urgensitas program dan investasi bagi pemuda demi meminimalis
kesulitan atas laju pertumbuhan penduduk, perhatian terhadap masalah usia
menengah penduduk dunia. Berdasarkan data statistik WHO, diprediksikan hingga
tahun 2050 usia rata-rata penduduk dunia 77 tahun dan penduduk berusia di atas
60 tahun akan berjumlah sekitar 20 persen dari total populasi dunia, namun
kwalitas hidup di masa tua memiliki urgensitas tersendiri. Oleh karena itu,
program WHO di tahun 2012 difokuskan kepada para lansia.Wajar jika anggaran
jaminan keselamatan kian meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Oleh
karena itu, seperti urgensitasnya usia panjang manusia, maka kesehatan mereka
khususnya seiring dengan bertambahnya usia juga tak boleh dilupakan.
Hal ini dimaksudkan agar manusia tetap
mampu memainkan perannya di masyarakat meski mereka berusia lanjut dengan tidak
mengidap banyak penyakit atau menambah anggaran perawatan diri.Dengan demikian
kesehatan manula merupakan sumber pendapatan keluarga, masyarakat dan ekonomi
negara serta dapat mencegah timbulnya kesulitan keuangan.Masalah generasi tua
masyarakat dunia termasuk perubahan terbesar sosial yang harus diperhatikan
oleh negara-negara dunia untuk menghindari dampak negatif dari fenomena
tersebut.Dampak dari banyaknya manula sangat besar karena dampak tersebut bukan
hanya tertuju pada mereka yang berusia tua, namun juga mengarah pada sistem
pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan dan asuransi.
Dampak dari laju pertumbuhan populasi
penduduk dunia sama seperti dampak sosial yang tidak terbatas pada wilayah
tertentu. Mungkin untuk jangka pendek sejumlah negara Dunia Ketiga tidak
terlalu merasakan dampaknya mengingat tidak adanya program yang tepat mengelola
sumber daya dan kelemahan strategi mereka dalam menghadapi berbagai
kesulitan.Namun realitanya sejumlah masalah seperti kemiskinan, krisis ekonomi,
pangan dan polusi lingkungan hidup akibat bertambahnya populasi masyarakat
tidak mengenal batas dan menjadi isu global.Untuk mencegah terjadinya bencana ini
diperlukan langkah-langkah praktis dan kerjasama seluruh penduduk dunia.
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 miliar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006
pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 miliar penduduk dunia, 4 miliar diantaranya
tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara
berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di
Eropa).
Pertumbuhan
Penduduk Dunia, Sumber : Duran (1967), Todaro (1983), UN (2001), UN(2005)
Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus
bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima
dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup
pada saat ini. Pada tanggal 19
Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar
jiwa. Badan Kependudukan (PBB) menetapkan tanggal 12 Oktober
1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12
tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia
berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1.
Republik Rakyat Tiongkok
(1.306.313.812 jiwa)
2.
India (1.103.600.000 jiwa)
3.
Amerika Serikat (298.186.698
jiwa)
4.
Indonesia (241.973.879 jiwa)
5.
Brasil (186.112.794 jiwa)
6.
Pakistan (162.419.946 jiwa)
7.
Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8.
Rusia (143.420.309 jiwa)
9.
Nigeria (128.771.988 jiwa)
10. Jepang (127.417.244 jiwa)
Dengan pertambahan jumlah
penduduk yang besar inilah kesadaran akan penurunan tingkat kelahiran sebagai usaha-usaha menekan
laju pertimbuhan penduduk, menjadi program internasional yang mencakup hampir
semua negara di dunia.
C.
PERSEBARAN PENDUDUK DI DUNIA
Persebaran atau distribusi penduduk
adalah bentuk penyebaran penduduk di suatuwilayah atau negara, apakah penduduk
tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang
menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap Km2 pada suatu wilayah
negara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran
dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut :
1.
Faktor Fisiografis
Penduduk selalu memilih tempat
tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air, dan
daerahnya aman.
2.
Faktor Biologis
Tingkat pertumbuhan penduduk di
setiap daerah adalah berbeda-beda karena adanya perbedaan tingkat kematian,
tingkat kelahiran, dan angka perkawinan
3.
Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Daerah yang masyarakatnya maju,
pola berpikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih
cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang.
Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap
lingkungan hidup. Daerah-daerah yang padat penduduknya terjadi exploitasi
sumber alam secara berlebihan sehingga terganggulah keseimbangan alam. Sebagai
contoh adalah hutan yang terus menyusut karena ditebang untuk dijadikan lahan
pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah :
a.
Terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan
berkurang
b.
Terjadi kekeringan
c.
Tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi
1.
Sejarah Awal Persebaran
Manusia ke Penjuru Dunia
Persebaran manusia di
bumi bermula ketika Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah SWT dari surga. Adam
diturunkan tepat di pegunungan Hindia, pegunungan tertinggi di dunia. Sementara
Hawa di Jeddah dekat Makkah, kemudian keduanya bertemu di padang Arafah. Pada
fase awal inilah dimulai peradaban besi dan pertanian.Sejarawan asal Denmark,
Cristian Jurgensen Thomsen, mengklasifikasikan zaman sejarah menjadi tiga,
yaitu zaman perunggu (bronze age), zaman besi (iron age), dan
zaman pertengahan (medieval age). Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Adam
pada awal kehidupannya di bumi telah memiliki pengetahuan tentang besi dan
menggunakannya, termasuk alat pertama yang diajarkan pada Adam adalah kapak
besi.Adam dan Hawa memiliki 40 anak laki-laki dan perempuan, atau 20 pasangan
kembar. Adam wafat saat anak cucu keturunannya 4.000 orang, yang secara rentang
waktu Adam hidup hingga turunan ke-8, yaitu Lamik. Sebelum wafat Adam
mewariskan kepemimpinannya kepada Syits. Kemudian dilanjutkan oleh Qainan,
Mahlail, Yardu, Khanukh atau Idris, Mattusalakh.Lamik, dan Nuh.
Pada masa Nuh a.s.
jumlah manusia sudah mencapai kisaran 10.000 jiwa. Jumlah tersebut kemudian
hancur setelah terjadi banjir besar yang menghancurkan seluruh makhluk di bumi,
kecuali yang ikut bersama Nuh di dalam perahu. Jumlah manusia yang tersisa 80
orang beriman. Kejadian besar ini mengakhiri fase pertama kehidupan manusia
serta menjadi awal fase kehidupan kedua. Ada empat teori tentang pusat-pusat
persebaran manusia pada fase kedua ini. Pertama, teori Armenia,
menyatakan bahwa pusat persebaran manusia fase kedua adalah Armenia dan Asia
Tengah dekat gunung Ararat. Kedua, teori Babylon, menyatakan bahwa
negeri Babylon adalah tempat pertama kali puncak kehidupan manusia dibangun. Ketiga,
teori pulau-pulau di laut Mediterania, menyatakan bahwa pusat kebudayaan
tertua ada di sepanjang laut Mideterania. Keempat, Teori Afrika
Abissynia, menyatakan bahwa kebudayaan tertua adalah kebudayaan Abyssinia atau
Ethiophia.
Temuan perkakas kebudayaan yang
tersebar di berbagai wilayah Indonesia sedikitnya dapat membuka tabir: dari
mana mereka datang dan berasal? Adanya kesamaan bentuk dalam sejumlah perkakas
dan budaya di tempat-tempat yang berbeda di Indonesia, membuat kita menafsirkan
bahwa manusia-manusia yang kini mendiami Kepulauan Indonesia berasal dari
moyang yang sama.Pengembaraan manusia prasejarah yang muncul di Afrika,
kemudian tiba di tepi laut Asia Tenggara secara bergelombang. Melalui jalur
utara (Taiwan dan Filipina) dan jalur barat (Semenanjung Melayu) pada Zaman Es
dengan naik-turunnya air laut pada Dangkalan Sunda dan Sahul. Berikutnya,
masuklah Ras Mongolia, Ras Kaukasoid, dan Ras Negrito. Ketiga ras pendatang itu
melebur menjadi Indocina dan Indonesia yang berkulit coklat.
Dalam jangka waktu yang lama,
manusia pendatang menyebar ke kepulauan melalui Dangkalan Sunda dan Sahul,
kemudian menjadi manusia kepulauan yang mencakup kawasan Sumatera sampai Irian.
Sebagian besar masyarakat pendatang itu tinggal di pinggir pantai. Lama
kelamaan, terbentuklah masyarakat kepulauan yang berjiwa pelaut (bahari) dengan
peralatan berlayar yang sederhana seperti perahu bercadik. Samudera dan lautan
dengan demikian telah menyatu dengan penduduk bahari di Nusantara. Mereka lalu
menyebar ke seluruh kawasan lautan Hindia dan Pasifik, Madagaskar di barat
Afrika, Kepulauan Paskah di timur, Hawaii, dan Selandia Baru di selatan.
Sebelum zaman es atau glasial,
wilayah Indonesa bagian barat masih bersatu dengan daratan Asia. Sedangkan wilayah
Indonesia bagian timur masih bersatu dengan daratan Australia. Kondisi
geografis tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan jenis hewan dan
tumbuhan yang tersebar di dua wilayah tersebut. Sejak naiknya air laut karena
mencairnya bukit-bukit es di kawasan kutub utara dan selatan bumi maka kawasan
timur Indonesia terpisah dari Australia dan kawasan baratnya terpisah dari
Asia.
Bekas daratan yang menghubungi
Indonesia Barat dengan Asia kemudian menjadi Paparan Sunda, sedangkan bekas
daratan yang menghubungi Indonesia Timur dengan Asia menjadi Paparan Sahul.
Dengan demikian, terbentuklah beberapa pulau besar dan puluhan pulau kecil yang
dipisahkan oleh lautan dan selat baru. Kumpulan pulau-pulau inilah yang menjadi
Kepulauan Indonesia. Perubahan geografis ini kemudian berpengaruh besar
terhadap persebaran manusia purba di Indonesia. Pada bab ini, kalian akan
mempelajari asal-usul masyarakat Indonesia, dari mana mereka datang dan di mana
saja mereka berdiam dan lalu berkembang biak. Kalian akan mengetahui proses
persebaran masyarakat (suku) awal yang di Kepulauan Nusantara. Para ahli memiliki pendapat
masing-masing mengenai asal-mula bangsa Indonesia, berdasarkan sudut pandang
yang berbeda. Ada ahli yang menyelidiki asal-usul bangsa Indonesia dari persebaran
bahasa, ada pula yang melihatnya dari persebaran peninggalan benda-benda logam
dan fosil-fosil manusia purbanya.
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENDUDUK
1. Fertilitas
(Kelahiran)
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai
hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan
kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Natalitas
mempunyai arti yang sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya.
Fertilitas menyangkut peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan
natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi
manusia.
2. Mortalitas
(Kematian)
Mortalitas
atau kematian merupakan salah satu di antara tiga komponen demografi yang dapat
mempengaruhi perubahan penduduk. Informasi tentang kematian penting, tidak saja
bagi pemerintah melainkan juga bagi pihak swasta, yang terutama berkecimpung
dalam bidang ekonomi dan kesehatan. Mati adalah keadaan menghilangnya semua
tanda – tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah
kelahiran hidup. Data kematian sangat diperlukan antara lain untuk proyeksi
penduduk guna perancangan pembangunan. Misalnya, perencanaan fasilitas
perumahan, fasilitas pendidikan, dan jasa – jasa lainnya untuk kepentingan
masyarakat. Data kematian juga diperlukan untuk kepentingan evaluasi terhadap
program – program kebijakan penduduk.
3. Migrasi
Migrasi merupakan salah satu faktor dasar yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas
politik/negara atau pun batas administratif/batas bagian dalam suatu negara.
Jadi migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari
suatu daerah ke daerah lain. Migrasi antar bangsa (migrasi internasional) tidak
begitu berpengaruh dalam menambah atau mengurangi jumlah penduduk suatu negara
kecuali di beberapa negara tertentu yang berkenaan dengan pengungsian, akibat
dari bencana baik alam maupun perang.
Migrasi
sendiri dibagi menjadi beberapa jenis:
a.
Transmigrasi adalah
perpindahan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk (kota) ke
daerah lain (desa) di dalam wilayah Indonesia. Penduduk yang melakukan
transmigrasi disebut transmigran.
b.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa
ke kota didalam wilayah Indonesia.
c.
Imigrasi adalah perpindahan orang dari
suatu negara-bangsa (nation-state) ke negara lain, di mana ia bukan
merupakan warga negara. Imigrasi merujuk pada perpindahan untuk menetap
permanen yang dilakukan oleh imigran, sedangkan turis dan
pendatang untuk jangka waktu pendek tidak dianggap imigran.
d.
Emigrasi adalah tindakan meninggalkan negara asal
seseorang atau wilayah untuk menetap di negara lain. Penduduk yang
melakukan emigrasi disebut Emigran
E. PROYEKSI DAN PREDIKSI PENDUDUK
Proyeksi
penduduk (population projections) dan peramalan penduduk (population forecast)
sering dipergunakan sebagai dua istilah yang sering dipertukarkan. Meskipun
demikian, kedua istilah ini sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar.
Berbagai literatur menyatakan proyeksi penduduk sebagai prediksi atau ramalan
yang didasarkan pada asumsi rasional tertentu yang dibangun untuk kecenderungan
masa yang akan datang dengan menggunakan peralatan statistik atau perhitungan
matematik. Di sisi lain, peramalan penduduk (population forecast) bisa saja
dengan/tanpa asumsi dan atau kalkulasi tanpa kondisi, syarat dan pendekatan
tertentu (Smith, et.al 2001). Oleh karena itu,
dapat dikatakan bahwa peramalan adalah proyeksi, tetapi tidak semua proyeksi
membutuhkan peramalan.Proyeksi Penduduk adalah perhitungan kondisi
masa depan yang mungkin terjadi dengan menggunakan beberapa asumsi, seperti
bila angka kelahiran, kematian, dan migrasi saat ini tidak berubah.
Penduduk dunia diproyeksikan akan
mencapai 8,5 miliar pada 2030, 9,7 miliar pada 2050, dan 11,2 miliar pada 2100,
demikian menurut laporan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diterbitkan
29 Juli 2015. Penduduk dunia saat ini berkisar 7,3 miliar jiwa.
India diperkirakan akan melampaui
Tiongkok sebagai negara dengan penduduk terpadat pada 2022, dan Nigeria akan
menjadi negara dengan penduduk terpadat ketiga di dunia pada 2050. Antara tahun
2015 dan 2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia akan terjadi di
sembilan negara: India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Tanzania,
Amerika Serikat, Indonesia, dan Uganda, demikian proyeksi laporan P.B.B.
“Sebagian besar dari proyeksi
pertambahan penduduk dunia terjadi di beberapa negara dengan tingkat fertilitas
tinggi, terutama di Afrika, atau negara-negara yang sudah memiliki banyak
penduduk,” ungkap laporan “2015 Revision of World Population Prospects,”
putaran ke-24 dari perkiraan dan proyeksi penduduk resmi P.B.B., yang
dikeluarkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial P.B.B.
Saat ini, Tiongkok dan India tetap
menjadi dua negara terbesar di dunia, masing-masing memiliki lebih dari 1
miliar penduduk yang mewakili 19 dan 18 persen penduduk dunia. Dari 10 negara
terbesar di dunia saat ini, lima di antaranya berada di Asia: Bangladesh,
Tiongkok, India, Indonesia, dan Pakistan, demikian kata laporan itu.
Laporan tersebut juga memperkirakan
bahwa pada 2050, penduduk di enam negara — Tiongkok, India, Indonesia, Nigeria,
Pakistan, dan Amerika Serikat — diperkirakan melampaui 300 juta jiwa. Negara-negara
anggota P.B.B. sedang dalam proses menyusun agenda pengganti dari Sasaran
Pembangunan Milenium, yang akan berakhir pada akhir tahun 2015. Kerangka kerja
baru, yang berfokus pada pemberantasan kemiskinan, inklusi sosial, dan
pelestarian kesehatan planet, akan diadopsi pada pertemuan khusus P.B.B. di New
York pada September 2015.
Memahami perubahan demografis yang akan
terjadi dalam beberapa tahun mendatang “merupakan kunci bagi desain dan
implementasi agenda pembangunan yang baru,” kata Wu Hongbo, wakil sekretaris
P.B.B. untuk urusan ekonomi dan sosial.
Provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk
terbesar berdasarkan proyeksi tahun 2010-2035 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten. Sedangkan provinsi dengan jumlah
penduduk paling sedikit berdasrkan tahun proyeksi tersebut adalah Papua Barat,
Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Secara
nasional, perkembangan jumlah penduduk Indonesia proyeksi 2010-2035 menurut
provinsi sebagai berikut.
·
2010 : 238.518.800
·
2015 : 255.461.700
·
2020 : 271.066.400
·
2025 : 284.829.000
·
2030 : 296.405.100
·
2035 : 305.652.400
Tidak ada komentar:
Posting Komentar