Rabu, 14 September 2016

A.    MANUSIA DAN NEGARA
1. MANUSIA
Manusia memiliki kemampuan untuk penyesuaian, penguasaan, dan sipta untuk memanfaatkan lingkungan alam bagi kepentingan hidupnya dalam mencapai kemakmuran. Manusia dapat berfungsi sebagai induvidu ataupun sebagai masyarakat. Individu dan masyarakat komplementer satu sama lain, karena dalam kenyataanya individu dipengaruhi oleh masyarakat dalam pembentukan pribadinya dan individu mempengaruhi masyarakat bahkan dapat menyebabkan perubahan masyarakat. Jadi manusia sebagai individu adalah bagian dari kelompok masyarakat karena secara kodrati manusia mempunyai sifat yang dinamis. Masyarakat berarti kumpulan manusia yang hidup bersama, manusia sebagai anggota masyarakat.
2.      NEGARA
Negara yaitu suatu tempat yang di dalamnya di diami oleh banyak orang yang mempunyai tujuan hidup yang bermacam-macam dan berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Negara menurut para ahli :
1.      George Gelinek : Negara adalah organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berkediaman dalam wilayah tertentu.
2.      Roger F. Soultau : Negara adalah alat (agency) atau wewenang atau authority yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
3.      Carl Schmitt : Negara adalah sebagai suatu ikatan dari manusia yang mengorganisasi dirinya dalam wilayah tertentu.
4.        Prof. Farid S. :Negara adalah Suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain serta memiliki kedaulatan.
5.      George Wilhelm Friedrich Hegel : Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal
6.      Roelof Krannenburg :Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.
7.      Prof. R. Djokosoetono :Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
8.      Prof. Mr. Soenarko :Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.
9.      Aristoteles :Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

B.     PERKEMBANGAN PENDUDUK DUNIA
Perkembangan  jumlah  penduduk dunia sangat erat kaitannya dengan perkembangan peradaban manusia  dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Ada tiga tahap perkembangan peradaban manusia hingga kini.Pertama, jaman ketika manusia mulai mempergunakan alat-alat untuk menanggulangi kehidupan.Kedua, jaman ketika manusia mulai mengembangkan usaha pertanian menetap.Ketiga, jaman era dimulainya industrialisasi, yaitu sekitar pertengahan abad ke-17 sesudah masehi.
Dalam kerangka kerja perkembangan kebudayaan manusia itulah, beberapa tahapan atau periode sejarah pertumbuhan penduduk dunia dirumuskan oleh para ahli.Angka pertama yang dikemukakan mengenai jumlah penduduk dunia adalah 125.000 orang, yang hidup kira-kira satu juta tahun yang lalu (Devey dalam Bland dan Dwight E.Lee, 1976). Angka ini baru berkembang kira-kira satu juta orang setelah mengalami proses pertumbuhan selama 700.000 tahun kemudian. Tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahun dalam era ini nyaris tidak berarti sama sekali, yakni 0,000041 persen.
Lambatnya pertumbuhan penduduk pada era ini disebabkan karena tingginya tingkat kematian. Pertumbuhan penduduk terlihat meningkat pada kira-kira 6000-9000 tahun yang lampau,ketika teknik bertani sudah dikenal dan mulai menyebar  dibeberapa bagian dunia.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang menjadi masalah sosial ekonomi pada umumnya karena dengan bertambahnya penduduk maka otomatis harus bertambah pula persediaan sandang pangan, kesempatan kerja, serta fasilitas umum, selain itu pertambahan penduduk akan menimbulkan berbagai masalah seerti bertmbahnya tingkat penganguran,kemiskinan, anak putus sekolah yang dapat pula menimbulkan berbagai kejahatan (kriminalitas).

Tahun 1987, penduduk dunia mendekati angka lima miliar orang. Sebelum populasi dunia mendekati angka ini, para pengamat dan ilmuwan memperingatkan dampak dari bertambahnya populasi dunia.Analisa mereka didasarkan pada laju cepat pertumbuhan jumlah penduduk dunia dan prediksi pakar demografi serta perbandingan antara data statistik dan keterbatasan sumber daya alam. Para pakar ini menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan cepat penduduk dunia akan berujung pada ledakan besar yang bukan saja menurunkan tingkah kehidupan manusia, namun juga mengancam lingkungan hidup dan kehidupan sehat.
Dengan demikian laju pertumbuhan cepat populasi dunia dianggap sebagai sebuah ancaman.Untuk menarik opini publik dunia maka pada tahun 1989, tanggal 11 Juli ditetapkan sebagai Hari Penduduk Dunia.Selanjutnya mayoritas negara dunia menerima hal ini dan mulai menetapkan program pembatasan anak serta penyelarasan antara manusia dan lingkungan hidup, sumber daya alam, faktor-faktor laju ekonomi dan sosial, budaya serta lingkungan.
Meski demikian saat ini menjelang peringatan Hari Penduduk Sedunia, populasi dunia telah mendekati angka tujuh miliar orang.Bertambahnya populasi dunia melampaui angka tujuh miliar di bulan Oktober 2011 dan prediksi melambungnya jumlah penduduk dunia hingga tahun 2050 yang akan mencapai sembilan miliar orang menjadi agenda utama berbagai pertemuan internasional. Hal ini disebabkan oleh keterkaitan erat antara masalah sosial, budaya dan ekonomi dengan populasi penduduk.Lagi pula, tanpa prediksi jelas soal jumlah penduduk maka sulit untuk memprediksikan pula berbagai bidang lainnya.
Populasi tujuh miliar orang penduduk dunia selain mendatangkan optimisme juga menimbulkan kekhawatiran.Ada yang memandang masalah ini dengan negatif, namun ada pula yang positif.Mereka ramai-ramai memperingatkan ancaman laju populasi dunia terhadap bidang ekonomi dan sosial.
Namun ada juga yang berpendapat bahwa masalah ini merupakan suatu kesempatan.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di sebuah laporannya menuntut perhatian besar atas kondisi penduduk dunia di tahun 2011.PBB mengharapkan ditempuhnya upaya memulihkan kondisi dunia ketimbang khawatir atas laju pertumbuhan penduduk. Menurut laporan ini, laju cepat pertumbuhan populasi dunia dari satu sisi positif, termasuk semakin panjangnya usia manusia dari 48 tahun di tahun 1950 menjadi 68 tahun serta menurunnya tingkat kematian bayi serta ibu ketika melahirkan. Hal ini menurut PBB merupakan keberhasilan sains dan pengetahuan manusia.Dr. Babatunde Osotimehin,Direktur Eksekutif United Nations Population Fund (UNFPA) saat menyarankan untuk memanfaatkan kesempatan seperti ini mengatakan,"Ini merupakan kesempatan yang diberikan kepada manusia. Dari totalpopulasi dunia, sekitar 1,8 miliar adalah pemuda. 90 persen dari mereka hidup di negara sedang berkembang.
Jika mereka diberi peluang dan sarana pendidikan memadai maka kita akan memiliki pasukan besar untuk meningkatkan laju ekonomi."Di laporan PBB juga ditekankan kendala dari laju pertumbuhan populasi dunia berupa kian bertambah lebarnya jurang pemisah antara negara kaya dan miskin dalam menggapai sumber pangan, air, properti dan lapangan pekerjaan. Menurut pandangan pengamat PBB, kondisi imigrasi dan warga pinggiran kota besar merupakan kendala lain dari laju pertumbuhan populasi penduduk dunia. Karena warga pinggiran kota akan menambah populasi warga miskin di perkotaan. Selain itu, bertambahnya jumlah penduduk perkotaan di negara-negara miskin akan menambah beban negara sehingga laju pertumbuhan ekonomi akan mengendur. Akhirnya generasi berikutnya akan tetap dalam kemiskinan.
Patut dicatat, berdasarkan laporan PBB, hingga tahun 2050 Afrika dan Asia akan memimpin dalam laju pertumbuhan penduduk kota. Populasi warga kota Afrika dari 414 juta menjadi 1,2 miliar dan populasi penduduk kota di Asia dari 1,9 miliar menjadi 3,3 miliar orang. Dengan demikian kedua benua ini secara global akan mengalami pertumbuhan penduduk kota sekitar 86 persen dari penduduk dunia. Pembengkakan besar jumlah penduduk akan menciptakan kesempatan baru untuk memperbaiki mekanisme pendidikan dan pelayanan publik di Afrika dan Asia. Hal ini disebabkan warga kian terfokus dan upaya untuk mempermudah mereka mengakses pelayanan.Sekali lagi, laju pertumbuhan warga perkotaan menimbulkan kendala baru seperti lapangan pekerjaan, properti, energi dan infrastruktur penting untuk memerangi kemiskinan serta upaya untuk memerangi meluasnya warga pinggiran kota serta lingkungan hidup. Sepertinya investasi di bidang pendidikan generasi muda dan keselamatan mereka semakin urgen.
Hal ini penting mengingat dari sisi pertumbuhan ekonomi akan sangat bermanfaat bagi generasi mendatang. Selain memperhatikan urgensitas program dan investasi bagi pemuda demi meminimalis kesulitan atas laju pertumbuhan penduduk, perhatian terhadap masalah usia menengah penduduk dunia. Berdasarkan data statistik WHO, diprediksikan hingga tahun 2050 usia rata-rata penduduk dunia 77 tahun dan penduduk berusia di atas 60 tahun akan berjumlah sekitar 20 persen dari total populasi dunia, namun kwalitas hidup di masa tua memiliki urgensitas tersendiri. Oleh karena itu, program WHO di tahun 2012 difokuskan kepada para lansia.Wajar jika anggaran jaminan keselamatan kian meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, seperti urgensitasnya usia panjang manusia, maka kesehatan mereka khususnya seiring dengan bertambahnya usia juga tak boleh dilupakan.
Hal ini dimaksudkan agar manusia tetap mampu memainkan perannya di masyarakat meski mereka berusia lanjut dengan tidak mengidap banyak penyakit atau menambah anggaran perawatan diri.Dengan demikian kesehatan manula merupakan sumber pendapatan keluarga, masyarakat dan ekonomi negara serta dapat mencegah timbulnya kesulitan keuangan.Masalah generasi tua masyarakat dunia termasuk perubahan terbesar sosial yang harus diperhatikan oleh negara-negara dunia untuk menghindari dampak negatif dari fenomena tersebut.Dampak dari banyaknya manula sangat besar karena dampak tersebut bukan hanya tertuju pada mereka yang berusia tua, namun juga mengarah pada sistem pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan dan asuransi.
Dampak dari laju pertumbuhan populasi penduduk dunia sama seperti dampak sosial yang tidak terbatas pada wilayah tertentu. Mungkin untuk jangka pendek sejumlah negara Dunia Ketiga tidak terlalu merasakan dampaknya mengingat tidak adanya program yang tepat mengelola sumber daya dan kelemahan strategi mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan.Namun realitanya sejumlah masalah seperti kemiskinan, krisis ekonomi, pangan dan polusi lingkungan hidup akibat bertambahnya populasi masyarakat tidak mengenal batas dan menjadi isu global.Untuk mencegah terjadinya bencana ini diperlukan langkah-langkah praktis dan kerjasama seluruh penduduk dunia.

Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 miliar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 miliar penduduk dunia, 4 miliar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).

Pertumbuhan Penduduk Dunia, Sumber : Duran (1967), Todaro (1983), UN (2001), UN(2005)
Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini. Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan (PBB) menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1.      Republik Rakyat Tiongkok (1.306.313.812 jiwa)
2.      India (1.103.600.000 jiwa)
3.      Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
4.      Indonesia (241.973.879 jiwa)
5.      Brasil (186.112.794 jiwa)
6.      Pakistan (162.419.946 jiwa)
7.      Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8.      Rusia (143.420.309 jiwa)
9.      Nigeria (128.771.988 jiwa)
10.  Jepang (127.417.244 jiwa)
Dengan pertambahan jumlah penduduk yang besar inilah kesadaran akan penurunan  tingkat kelahiran sebagai usaha-usaha menekan laju pertimbuhan penduduk, menjadi program internasional yang mencakup hampir semua negara di dunia.

C.     PERSEBARAN PENDUDUK DI DUNIA
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatuwilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap Km2 pada suatu wilayah negara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut :
1.        Faktor Fisiografis
Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air, dan daerahnya aman.
2.        Faktor Biologis
Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah adalah berbeda-beda karena adanya perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan angka perkawinan
3.        Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Daerah yang masyarakatnya maju, pola berpikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang terbelakang.
Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah yang padat penduduknya terjadi exploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah :
a.         Terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan berkurang
b.        Terjadi kekeringan
c.         Tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi

1.      Sejarah Awal Persebaran Manusia ke Penjuru Dunia
Persebaran manusia di bumi bermula ketika Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah SWT dari surga. Adam diturunkan tepat di pegunungan Hindia, pegunungan tertinggi di dunia. Sementara Hawa di Jeddah dekat Makkah, kemudian keduanya bertemu di padang Arafah. Pada fase awal inilah dimulai peradaban besi dan pertanian.Sejarawan asal Denmark, Cristian Jurgensen Thomsen, mengklasifikasikan zaman sejarah menjadi tiga, yaitu zaman perunggu (bronze age), zaman besi (iron age), dan zaman pertengahan (medieval age). Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Adam pada awal kehidupannya di bumi telah memiliki pengetahuan tentang besi dan menggunakannya, termasuk alat pertama yang diajarkan pada Adam adalah kapak besi.Adam dan Hawa memiliki 40 anak laki-laki dan perempuan, atau 20 pasangan kembar. Adam wafat saat anak cucu keturunannya 4.000 orang, yang secara rentang waktu Adam hidup hingga turunan ke-8, yaitu Lamik. Sebelum wafat Adam mewariskan kepemimpinannya kepada Syits. Kemudian dilanjutkan oleh Qainan, Mahlail, Yardu, Khanukh atau Idris, Mattusalakh.Lamik, dan Nuh.
Pada masa Nuh a.s. jumlah manusia sudah mencapai kisaran 10.000 jiwa. Jumlah tersebut kemudian hancur setelah terjadi banjir besar yang menghancurkan seluruh makhluk di bumi, kecuali yang ikut bersama Nuh di dalam perahu. Jumlah manusia yang tersisa 80 orang beriman. Kejadian besar ini mengakhiri fase pertama kehidupan manusia serta menjadi awal fase kehidupan kedua. Ada empat teori tentang pusat-pusat persebaran manusia pada fase kedua ini. Pertama, teori Armenia, menyatakan bahwa pusat persebaran manusia fase kedua adalah Armenia dan Asia Tengah dekat gunung Ararat. Kedua, teori Babylon, menyatakan bahwa negeri Babylon adalah tempat pertama kali puncak kehidupan manusia dibangun. Ketiga, teori pulau-pulau di laut Mediterania, menyatakan bahwa pusat kebudayaan tertua ada di sepanjang laut Mideterania. Keempat, Teori Afrika Abissynia, menyatakan bahwa kebudayaan tertua adalah kebudayaan Abyssinia atau Ethiophia.

2. ASAL-USUL PERSEBARAN MANUSIA
Temuan perkakas kebudayaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sedikitnya dapat membuka tabir: dari mana mereka datang dan berasal? Adanya kesamaan bentuk dalam sejumlah perkakas dan budaya di tempat-tempat yang berbeda di Indonesia, membuat kita menafsirkan bahwa manusia-manusia yang kini mendiami Kepulauan Indonesia berasal dari moyang yang sama.Pengembaraan manusia prasejarah yang muncul di Afrika, kemudian tiba di tepi laut Asia Tenggara secara bergelombang. Melalui jalur utara (Taiwan dan Filipina) dan jalur barat (Semenanjung Melayu) pada Zaman Es dengan naik-turunnya air laut pada Dangkalan Sunda dan Sahul. Berikutnya, masuklah Ras Mongolia, Ras Kaukasoid, dan Ras Negrito. Ketiga ras pendatang itu melebur menjadi Indocina dan Indonesia yang berkulit coklat.
Dalam jangka waktu yang lama, manusia pendatang menyebar ke kepulauan melalui Dangkalan Sunda dan Sahul, kemudian menjadi manusia kepulauan yang mencakup kawasan Sumatera sampai Irian. Sebagian besar masyarakat pendatang itu tinggal di pinggir pantai. Lama kelamaan, terbentuklah masyarakat kepulauan yang berjiwa pelaut (bahari) dengan peralatan berlayar yang sederhana seperti perahu bercadik. Samudera dan lautan dengan demikian telah menyatu dengan penduduk bahari di Nusantara. Mereka lalu menyebar ke seluruh kawasan lautan Hindia dan Pasifik, Madagaskar di barat Afrika, Kepulauan Paskah di timur, Hawaii, dan Selandia Baru di selatan.
Sebelum zaman es atau glasial, wilayah Indonesa bagian barat masih bersatu dengan daratan Asia. Sedangkan wilayah Indonesia bagian timur masih bersatu dengan daratan Australia. Kondisi geografis tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan jenis hewan dan tumbuhan yang tersebar di dua wilayah tersebut. Sejak naiknya air laut karena mencairnya bukit-bukit es di kawasan kutub utara dan selatan bumi maka kawasan timur Indonesia terpisah dari Australia dan kawasan baratnya terpisah dari Asia.
Bekas daratan yang menghubungi Indonesia Barat dengan Asia kemudian menjadi Paparan Sunda, sedangkan bekas daratan yang menghubungi Indonesia Timur dengan Asia menjadi Paparan Sahul. Dengan demikian, terbentuklah beberapa pulau besar dan puluhan pulau kecil yang dipisahkan oleh lautan dan selat baru. Kumpulan pulau-pulau inilah yang menjadi Kepulauan Indonesia. Perubahan geografis ini kemudian berpengaruh besar terhadap persebaran manusia purba di Indonesia. Pada bab ini, kalian akan mempelajari asal-usul masyarakat Indonesia, dari mana mereka datang dan di mana saja mereka berdiam dan lalu berkembang biak. Kalian akan mengetahui proses persebaran masyarakat (suku) awal yang di Kepulauan Nusantara. Para ahli memiliki pendapat masing-masing mengenai asal-mula bangsa Indonesia, berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Ada ahli yang menyelidiki asal-usul bangsa Indonesia dari persebaran bahasa, ada pula yang melihatnya dari persebaran peninggalan benda-benda logam dan fosil-fosil manusia purbanya.

D.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN PENDUDUK
1.      Fertilitas (Kelahiran)
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Natalitas mempunyai arti yang sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya. Fertilitas menyangkut peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
2.      Mortalitas (Kematian)
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu di antara tiga komponen demografi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Informasi tentang kematian penting, tidak saja bagi pemerintah melainkan juga bagi pihak swasta, yang terutama berkecimpung dalam bidang ekonomi dan kesehatan. Mati adalah keadaan menghilangnya semua tanda – tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Data kematian sangat diperlukan antara lain untuk proyeksi penduduk guna perancangan pembangunan. Misalnya, perencanaan fasilitas perumahan, fasilitas pendidikan, dan jasa – jasa lainnya untuk kepentingan masyarakat. Data kematian juga diperlukan untuk kepentingan evaluasi terhadap program – program kebijakan penduduk.

3.      Migrasi
Migrasi merupakan salah satu faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik/negara atau pun batas administratif/batas bagian dalam suatu negara. Jadi migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah ke daerah lain. Migrasi antar bangsa (migrasi internasional) tidak begitu berpengaruh dalam menambah atau mengurangi jumlah penduduk suatu negara kecuali di beberapa negara tertentu yang berkenaan dengan pengungsian, akibat dari bencana baik alam maupun perang.

Migrasi sendiri dibagi menjadi beberapa jenis:
a.       Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk (kota) ke daerah lain (desa) di dalam wilayah Indonesia. Penduduk yang melakukan transmigrasi disebut transmigran.
b.      Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota didalam wilayah Indonesia.
c.       Imigrasi adalah perpindahan orang dari suatu negara-bangsa (nation-state) ke negara lain, di mana ia bukan merupakan warga negara. Imigrasi merujuk pada perpindahan untuk menetap permanen yang dilakukan oleh imigran, sedangkan turis dan pendatang untuk jangka waktu pendek tidak dianggap imigran.
d.      Emigrasi adalah tindakan meninggalkan negara asal seseorang atau wilayah untuk menetap di negara lain.  Penduduk yang melakukan emigrasi disebut Emigran

E.     PROYEKSI DAN PREDIKSI PENDUDUK
Proyeksi penduduk (population projections) dan peramalan penduduk (population forecast) sering dipergunakan sebagai dua istilah yang sering dipertukarkan. Meskipun demikian, kedua istilah ini sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Berbagai literatur menyatakan proyeksi penduduk sebagai prediksi atau ramalan yang didasarkan pada asumsi rasional tertentu yang dibangun untuk kecenderungan masa yang akan datang dengan menggunakan peralatan statistik atau perhitungan matematik. Di sisi lain, peramalan penduduk (population forecast) bisa saja dengan/tanpa asumsi dan atau kalkulasi tanpa kondisi, syarat dan pendekatan tertentu (Smith, et.al 2001). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa peramalan adalah proyeksi, tetapi tidak semua proyeksi membutuhkan peramalan.Proyeksi Penduduk adalah perhitungan kondisi masa depan yang mungkin terjadi dengan menggunakan beberapa asumsi, seperti bila angka kelahiran, kematian, dan migrasi saat ini tidak berubah.
Penduduk dunia diproyeksikan akan mencapai 8,5 miliar pada 2030, 9,7 miliar pada 2050, dan 11,2 miliar pada 2100, demikian menurut laporan baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diterbitkan 29 Juli 2015. Penduduk dunia saat ini berkisar 7,3 miliar jiwa.
India diperkirakan akan melampaui Tiongkok sebagai negara dengan penduduk terpadat pada 2022, dan Nigeria akan menjadi negara dengan penduduk terpadat ketiga di dunia pada 2050. Antara tahun 2015 dan 2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia akan terjadi di sembilan negara: India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Tanzania, Amerika Serikat, Indonesia, dan Uganda, demikian proyeksi laporan P.B.B.
“Sebagian besar dari proyeksi pertambahan penduduk dunia terjadi di beberapa negara dengan tingkat fertilitas tinggi, terutama di Afrika, atau negara-negara yang sudah memiliki banyak penduduk,” ungkap laporan “2015 Revision of World Population Prospects,” putaran ke-24 dari perkiraan dan proyeksi penduduk resmi P.B.B., yang dikeluarkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial P.B.B.
Saat ini, Tiongkok dan India tetap menjadi dua negara terbesar di dunia, masing-masing memiliki lebih dari 1 miliar penduduk yang mewakili 19 dan 18 persen penduduk dunia. Dari 10 negara terbesar di dunia saat ini, lima di antaranya berada di Asia: Bangladesh, Tiongkok, India, Indonesia, dan Pakistan, demikian kata laporan itu.
Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa pada 2050, penduduk di enam negara — Tiongkok, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Amerika Serikat — diperkirakan melampaui 300 juta jiwa. Negara-negara anggota P.B.B. sedang dalam proses menyusun agenda pengganti dari Sasaran Pembangunan Milenium, yang akan berakhir pada akhir tahun 2015. Kerangka kerja baru, yang berfokus pada pemberantasan kemiskinan, inklusi sosial, dan pelestarian kesehatan planet, akan diadopsi pada pertemuan khusus P.B.B. di New York pada September 2015.
Memahami perubahan demografis yang akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang “merupakan kunci bagi desain dan implementasi agenda pembangunan yang baru,” kata Wu Hongbo, wakil sekretaris P.B.B. untuk urusan ekonomi dan sosial.
Provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar berdasarkan proyeksi tahun 2010-2035 adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten.  Sedangkan provinsi dengan jumlah penduduk paling sedikit berdasrkan tahun proyeksi tersebut adalah Papua Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi barat, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Secara nasional, perkembangan jumlah penduduk Indonesia proyeksi 2010-2035 menurut provinsi sebagai berikut.
·         2010 : 238.518.800
·         2015 : 255.461.700
·         2020 : 271.066.400
·         2025 : 284.829.000
·         2030 : 296.405.100
·         2035 : 305.652.400

Tidak ada komentar:

Posting Komentar